Harga Minyak Anjlok hingga 1,5%, Mengapa?

Harga Minyak Anjlok hingga 1,5%, Mengapa?

Harga minyak anjlok hingga 1,5%, Jumat (26/7/2024), sehingga catatkan penurunan secara mingguan, karena sentimen dari China dan Timur Tengah - Halaman all

(InvestorID) 27/07/24 05:13 12260621

HOUSTON, investor.id - Harga minyak anjlok hingga 1,5% pada Jumat (26/7/2024), sehingga mencatatkan penurunan secara mingguan. Hal itu karena permintaan China menurun dan harapan akan perjanjian gencatan senjata Gaza yang dapat meredakan ketegangan Timur Tengah dan kekhawatiran pasokan yang menyertainya.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup jatuh US$ 1,24 (1,5%) menjadi US$ 81,13 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terpangkas US$ 1,12 (1,4%) menjadi US$ 77,16 per barel.

Untuk pekan ini, harga Brent jatuh lebih dari 1%, sementara WTI anjlok lebih dari 3%.

George Khoury, kepala pendidikan dan penelitian global di CFI, mengatakan, angka pertumbuhan PDB AS yang lebih baik dari perkiraan kemarin awalnya mendukung pasar minyak mentah. "Namun, kenaikan ini dibayangi oleh kekhawatiran tentang penurunan permintaan minyak China,” ungkapnya.

Data yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa total impor bahan bakar minyak China, turun 11% pada paruh pertama 2024 telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek permintaan yang lebih luas di China.

"Situasi permintaan China sedang menurun di sini dan harga minyak mentah juga ikut turun," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York.

Perekonomian China

Yawger menambahkan, perekonomian China, terancam memasuki siklus deflasi, di mana harga akan turun karena permintaan yang menurun.  "Itu adalah skenario terburuk yang mungkin terjadi bagi negara yang merupakan importir minyak mentah terbesar di planet ini," katanya.

Sementara itu, permintaan dari konsumen minyak terbesar dunia juga diperkirakan akan mereda karena kilang AS bersiap untuk memangkas produksi saat musim mengemudi musim panas berakhir pada awal September.

Kilang terbesar kedua di negara itu, Valero Energy mengatakan pada Kamis (25/7/2024), bahwa 14 kilangnya akan beroperasi pada 92% dari kapasitas gabungan pada kuartal ketiga. Kilang minyak Valero beroperasi pada 94% pada kuartal kedua.

Di Timur Tengah, harapan akan gencatan senjata di Gaza telah meningkat. Gencatan senjata telah menjadi pokok bahasan negosiasi selama berbulan-bulan, tetapi pejabat AS yakin para pihak semakin dekat dengan kesepakatan gencatan senjata selama enam minggu dengan imbalan pembebasan sandera perempuan, sakit, lanjut usia, dan terluka oleh Hamas.

Hitungan Baker Hughes tentang rig pengeboran minyak AS, indikator awal produksi di masa mendatang, meningkat lima menjadi 482 minggu ini dan tiga pada bulan Juli, meningkatkan jumlah rig untuk bulan pertama sejak Maret.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #permintaan-minyak #ekonomi-china #geopolitik-di-timur-tengah #gencatan-senjata-di-gaza #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368290/harga-minyak-anjlok-hingga-15-mengapa