Polisi Sebut Sindikat Berani Mencuri Bajaj karena Pemiliknya Cuek

Polisi Sebut Sindikat Berani Mencuri Bajaj karena Pemiliknya Cuek

Sindikat pencuri bajaj leluasa melakukan aksinya karena tahu pola pikir pemilik bajaj yang cuek ketika kendaraannya hilang Halaman all

(Kompas.com) 27/07/24 07:55 12273364

JAKARTA, KOMPAS.com - Sindikat pencurian bajaj yang telah beraksi belasan kali di Jakarta berani melakukan aksinya karena sebagaian besar pemilik bajaj bersikap cuek ketika kendaraannya hilang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Wira Satya Triputra mengatakan, pemilik bajaj cenderung tak peduli karena merasa kendaraannya mudah ditemukan.

“Kami pernah berdiskusi dengan para pemilik bajaj, rata-rata kalau bajajnya hilang, selalu berpikiran gini, \'Ah paling nanti bajaj nya balik’ atau \'Nanti dicari juga ketemu\'. Ada anggapan seperti ini,” kata Wira saat jumpa pers, Jumat (26/7/2024).

Maka dari itu, sindikat pencuri bajaj bisa leluasa mencuri kendaraan beroda tiga itu karena sudah tahu pola pikiran para pemilik bajaj.

Terlebih, sindikat pencurian yang terdiri dari pria berinisial YR (24) dan MR (41) pernah menjadi sopir bajaj sehingga mereka paham betul dengan jalan pikiran pemilik bajaj.

“Kedua pelaku utama, yaitu MR dan YR merupakan sopir bajaj. Jadi paham betul tentang seluk-beluk bagaimana mengoperasikan dan pemikiran pemilik bajaj,” ujar Wira.

Dengan modal pengetahuan sebagai sopir bajaj, mereka berdua akhirnya nekat melakukan aksi pencurian.

Total ada 18 bajaj yang sudah dicuri MR dan YR dari sembilan lokasi.

“Mereka mencuri sejak Februari 2023. Mereka mengincar bajaj yang terparkir di pinggir jalan sebagai target operasi,” kata Wira.

Adapun bajaj yang terparkir di pinggir jalan biasanya tak menggunakan kunci ganda atau dikunci stang, sehingga mudah untuk diambil.

MR dan YR disebut bisa melakukan aksinya kurang dari lima menit.

“Mereka bisa melakukan aksinya hanya 2-5 menit. Mereka melakukan aksinya setiap malam, saat dini hari, ketika para sopir bajaj sedang beristirahat,” imbuh Wira.

Penangkapan sindikat pencurian spesialis bajaj terungkap setelah seorang sopir bajaj bernama Supriyadi (45) kehilangan bajajnya di Jalan Panjang, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Jumat (5/7/2024) dini hari.

Bajaj berwarna biru itu raib digasak maling saat korban sedang terlelap.

Namun, aksi pencurian itu terekam jelas melalui kamera CCTV di sekitar lokasi.

Pelaku tampak membuka pintu bajaj, masuk ke dalam, dan mengutak-atik sesuatu. Tak lama kemudian, bajaj itu menyala dan pelaku membawa bajaj pergi dari tempat parkir.

Bermodalkan rekaman kamera CCTV dan keterangan saksi, polisi lalu meringkus dua aktor pencurian bajaj, yakni YR dan M di Jakarta Utara.

Setelah itu, polisi menangkap tiga pelaku lainnya yang merupakan penadah hasil pencurian, yakni HS, ES, dan S.

Polisi lalu menetapkan kelimanya sebagai tersangka dalam kasus ini. Khusus tersangka M dan YR, mereka disangkakan Pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama semban tahun.

Sementara, tersangka HS, S dan ES dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

#bajaj #polda-metro-jaya #polisi #pencuri-bajaj-ditangkap

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/27/07550561/polisi-sebut-sindikat-berani-mencuri-bajaj-karena-pemiliknya-cuek