[POPULER NASIONAL] Pangkoopsudnas Jajal Jet Rafale | PBNU Bentuk Pansus Rebut PKB
Tedapat tiga artikel populer di Kompas.com. Berikut ulasan selegkapnya. Halaman all
(Kompas.com) 27/07/24 07:54 12273365
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberitaan Panglima Komando Operasi Udara Nasional Pangkoopsudnas Marsdya Tedi Rizalihadi menjajal jet tempur Rafale menjadi artikel ppuler di Kompas.com.
Artikel populer lainnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membentuk panitia khusus untuk merebut kembali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pemberitaan populer berikutnya, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat ada 2.000 rekening yang diduga digunakan untuk menampung uang bisnis dari judi online.
Berikut ulasan selengkapnya:
1. Pangkoopsudnas Jajal Kecanggihan Jet Tempur Rafale, Dibawa Manuver Selama 70 Menit
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) TNI Angkatan Udara Marsdya Tedi Rizalihadi berkesempatan mencoba kecanggihan jet tempur Rafale milik Angkatan Udara dan Antariksa Perancis yang dibawa untuk Misi Pegase 2024, Kamis (25/7/2024).
Tedi terbang backseat atau dari kursi belakang dengan dipiloti penerbang Angkatan Udara dan Antariksa Perancis, Kapten Braam Gouda.
“Penerbangan ini menandakan langkah penting dalam memperdalam hubungan bilateral Indonesia dan Perancis, khususnya di bidang pertahanan,” tulis siaran pers Koopsudnas, Jumat (26/7/2024).
Rute penerbangannya Terminal Selatan Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma-Pelabuhan Ratu training area, Jawa Barat, dan kembali ke Lanud Halim.
Sebelum terbang, Pangkoopsudnas Tedi melaksanakan medical check up terlebih dahulu dan menerima safety briefing.
Baca selengkapnya: Pangkoopsudnas Jajal Kecanggihan Jet Tempur Rafale, Dibawa Manuver Selama 70 Menit
2. PBNU Bentuk Pansus Rebut PKB, Gus Ipul: Mereka Sudah Melenceng
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf menyatakan, salah satu alasan mengapa mereka hendak membentuk tim 5 atau panitia khusus (pansus) buat menarik kembali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) karena dianggap sudah menyimpang.
"Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB,” kata lelaki akrab disapa Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Gus Ipul menyebut tim itu dibentuk sebagai upaya PBNU meluruskan sejarah sekaligus mengembalikan PKB ke pemilik sahnya, yakni PBNU.
"Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris," ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, elite PKB saat ini kerap membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal pendirian PKB. Bahkan Gus Ipul menuding ada upaya yang nyata dan sistematis dilakukan elite PKB buat menjauhkan PKB dari struktural NU.
Gus Ipul mengingatkan PKB didirikan oleh struktur NU, mulai dari PBNU sampai tingkat ranting.
Menurut dia, PKB tidak akan pernah terbentuk tanpa bantuan struktur NU.
Adapun beberapa pernyataan elite PKB yang dianggap jauh dari sikap NU yang menganggap suara PBNU tidak perlu didengarkan.
Baca selengkapnya: PBNU Bentuk Pansus Rebut PKB, Gus Ipul: Mereka Sudah Melenceng
3. PPATK: Dari 2.000 Rekening Penampung Uang Judi Online, Inisial T Pasti Ada
Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan, ada 2.000 rekening yang diduga digunakan untuk menampung uang dari bisnis judi online di Indonesia.
Hal itu disampaikan Ivan ketika menanggapi adanya sosok berinisial T yang diduga sebagai pengendali bisnis judi online di Indonesia, dan memiliki hubungan dengan jaringan di Kamboja.
“PPATK sekarang melakukan kajian terkait pembuka data, 2.000 diantaranya kami duga sebagai pengepul di ujung sana. Inisial-inisial banyak sekali, luar biasa banyak,” ujar Ivan saat konferensi pers di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2024).
“Kalau insial apa pun inisialnya dari 2 juta nama juga sebut saja satu huruf di antara 28 huruf yang ada, sudah pasti ada,” sambungnya.
Baca selengkapnya: PPATK: Dari 2.000 Rekening Penampung Uang Judi Online, Inisial T Pasti Ada
#spesifikasi-jet-rafale #2-skadron-lanud-roesmin-nurjadin-kandang-rafale #rafale-singgah-di-halim