AKR (AKRA) Bagi Dividen Interim tapi Pangkas Target Laba, Masih Menarik?
AKR Corporindo (AKRA) akan membagikan dividen interim, tapi perseroan juga memangkas target laba bersih 2024. Saham AKRA masih menarik? - Halaman all
(InvestorID) 28/07/24 11:47 12406442
JAKARTA, investor.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan laba bersih Rp 408 miliar pada kuartal II-2024, turun 3,8% yoy atau terpangkas 31,6% qoq. Alhasil, laba bersih AKR pada semester I-2024 mencapai Rp 1 triliun atau di bawah ekspektasi karena hanya setara 33% dari estimasi konsensus 2024.
Koreksi laba bersih AKR pada kuartal II-2024 disebabkan oleh penurunan penjualan, yang disertai penurunan margin laba kotor dan margin laba usaha. Pasca rilis kinerja kuartal II-2024, manajemen emiten berkode saham AKRA tersebut merevisi turun guidance kinerja 2024.
AKRA menurunkan target pertumbuhan laba bersih 2024 dari kisaran 12-15% yoy menjadi sekitar 4-7% yoy.
“Beberapa asumsi utama dalam pertumbuhan laba bersih itu adalah pertumbuhan laba kotor dari segmen perdagangan dan distribusi sekitar 1-3% dan penjualan lahan JIIPE sekitar 115-130 hektare (ha) dibandingkan semester I-2024 yang sebesar 18,1 ha,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (28/7/2024).
Adapun segmen perdagangan dan distribusi – yang berkontribusi 65-75% terhadap laba sebelum pajak – mengalami penurunan laba sebesar 21% yoy pada semester I-2024. Manajemen AKRA, menurut Melvin, menjelaskan bahwa penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pelemahan permintaan dari sektor pertambangan pada Maret-Mei 2024 akibat tertundanya izin pertambangan (RKAB).
Meski demikian, AKRA telah melihat pemulihan volume permintaan dari emiten pertambangan pada Juni-Juli 2024 atau setelah RKAB dirilis.
Nasib Saham AKRA
Di sisi lain, meski penjualan lahan di JIIPE hanya mencapai 18,1 ha selama semester I-2024 atau 14-16% dari target 2024, AKRA tetap optimistis penjualan lahan bisa lebih besar pada semester II-2024. AKRA tidak merevisi target penjualan lahan tahun ini pada kisaran 115-130 ha.
“Manajemen juga mengatakan bahwa pihaknya akan membukukan penjualan 14 ha kepada Sichuan Hebang Biotechnology Co pada kuartal III-2024,” ungkap Melvin.
Stockbit menilai outlook AKRA pada semester II-2024 bakal membaik. Hal itu bakal disokong oleh pemulihan pada segmen perdagangan dan distribusi, seiring permintaan tambahan dari emiten pertambangan, serta tambahan penjualan lahan JIIPE.
“Dengan harga saham yang telah turun 13% dalam 3 bulan terakhir, kami menilai sentimen negatif dari performa AKRA kuartal II-2024 yang kurang baik telah priced in,” sebut Melvin.
Sedangkan pembagian dividen interim AKRA sebesar Rp 50 per saham (yield 3,3% per 25 Juli 2024) dengan cum date pada 2 Agustus 2024 dapat memberikan kenyamanan (comfort) bagi investor sambil menunggu pemulihan kinerja.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #akra #akr #saham-akra #laba-akra #dividen-akra #stockbit #jiipe #berita-ekonomi-terkini