IHSG Dihujani Banyak Sentimen, Mending Fokus ke Saham Ini
Banyak sentimen yang bakal memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Pemodal bisa fokus ke saham-saham ini... - Halaman all
(InvestorID) 28/07/24 14:20 12425395
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diperkirakan masih volatile cenderung melemah dengan kisaran pergerakan di level 7.200-7.350. Pelaku pasar tengah menanti beberapa rilis data penting, antara lain inflasi Indonesia dan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 1 Agustus 2024.
Pasar juga mengantisipasi data penting lainnya, yaitu Foreign Direct Investment (FDI) dan kinerja keuangan emiten kuartal II-2024.
Adapun secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini bertahan di area EMA200 daily di sekitar level 7.200-7.220. IHSG diprediksi akan mencoba untuk kembali menguji level resisten penting di 7.350 dalam sepekan ke depan.
“Namun, waspada apabila level support 7.200 ditembus, maka ada potensi melemah dan menguji level support berikutnya di 7.100-7.150. Beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan, antara lain ASII, AUTO, TLKM, MEDC, INDY, dan PTBA,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (28/7/2024).
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (26/7), IHSG ditutup naik 47,89 poin (0,66%) ke level 7.288,1. Total transaksi mencapai Rp 8,3 triliun. Adapun dalam sepekan terakhir, IHSG melemah tipis 6 poin (0,09%). Rupiah juga melemah selama sepekan terakhir dan berada di level Rp 16.285 per dolar AS pada Jumat.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih melihat katalis dari situasi politik luar negeri, khususnya di Amerika dimana selama sepekan terdapat beberapa kejutan, seperti mundurnya Joe Biden yang digantikan oleh Kamala Harris sebagai kandidat presiden AS dari Partai Demokrat.
Di pasar saham, sektor perbankan mengalami tekanan berat. Saham bank besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing. Total dana yang keluar mencapai Rp 900 miliar selama sepekan terakhir.
Pantau juga ADMR hingga NCKL
Sementara itu, Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa technical rebound IHSG pada perdagangan Jumat (26/7) membatalkan potensi bearish reversal. IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada Senin (29/7) ke kisaran level 7.300-7.330. Level resistance diperkirakan di 7.330, pivot 7.275, dan support 7.220.
“Ini bisa memperkuat indikasi bullish continuation. Peluang kembalinya IHSG ke tren bullish juga akan didukung oleh sejumlah sentimen positif dari eksternal,” sebut Phintraco.
Pada perdagangan Jumat (26/7), sejumlah indeks utama Wall Street mencatatkan rebound signifikan. Sebab secara teknikal, kondisinya sudah oversold.
Secara sentimen, penurunan US Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index ke 2,5% yoy pada Juni 2024 dari 2,6% yoy pada Mei 2024 turut mempengaruhi Wall Street. Faktor penopang lainnya yaitu keyakinan bahwa The Fed akan tetap memangkas suku bunga acuan pada FOMC September 2024, sekalipun realisasi pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II-2024 berada di atas ekspektasi.
Dari dalam negeri, pasar masih mengantisipasi dua data penting, yaitu Foreign Direct Investment (FDI) dan kinerja keuangan emiten kuartal II-2024. Selanjutnya, BPS dijadwalkan merilis realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 pada 5 Agustus 2024.
Didasari pada kondisi indeks keyakinan konsumen (IKK) yang masih konsisten di kisaran 120 hingga Juni 2024 dan perbaikan kinerja ekspor pada Mei dan Juni 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih dapat dipertahankan di atas 5% pada kuartal II-2024.
“Saham-saham yang dapat dicermati, di antaranya ADMR, AKRA, INCO, BRIS, SIDO, dan NCKL,” pungkas Phintraco.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #asii #admr #nckl #ptba #akra #inflasi-indonesia #suku-bunga-amerika #kb-valbury-sekuritas #phintraco-sekuritas #berita-ekonomi-terki
https://investor.id/market/368357/ihsg-dihujani-banyak-sentimen-mending-fokus-ke-saham-ini