Kasus Malapraktik Sedot Lemak: Klinik Kecantikan di Depok Pernah Dilaporkan pada 2023
Klinik kecantikan di Depok tempat meninggalnya pasien yang menjalani operasi sedot lemak ternyata juga pernah dilaporkan ke polisi. Halaman all
(Kompas.com) 28/07/24 20:22 12445028
DEPOK, KOMPAS.com- Klinik kecantikan di Depok tempat meninggalnya pasien perempuan berinisial ENS (30) yang menjalani operasi sedot lemak ternyata juga pernah dilaporkan ke polisi pada 2023.
Klinik itu dilaporkan atas kasus dugaan malapraktik yang sama.
“Sebelumnya sama sedot lemak juga di tahun 2023. Tetapi kita tidak mendalami lagi soal itu, pokoknya kejadian sama tahun 2023,” ujar Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana kepada wartawan, Minggu (28/7/2024).
Saat itu, terdapat pasien mengeluhkan efek samping setelah menjalani prosedur kecantikan di klinik tersebut.
Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan karena pihak korban mencabut laporannya.
“Seperti mungkin ada kesepakatan antara pihak klinik dan korban. Kalau tidak salah, korbannya masih ada (hidup),” ujar Arya.
Kini, klinik tersebut kembali diperiksa oleh polisi setelah ENS meninggal dunia usai diduga menjalani operasi sedot lemak.
Sejauh ini, polisi baru memeriksa dua orang saksi yakni dokter yang melakukan tindakan medis terhadap ENS dan suami dari pemilik klinik kecantikan tersebut.
Arya mengatakan, kematian ENS masih terus didalami. Karenanya, polisi masih belum bisa menyimpulkan penyebab kematiannya.
Saat ini, jenazah ENS telah dimakamkan di kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara.
Namun jika perlu dilakukan otopsi, polisi akan membongkar makam tersebut.
“Kalau memang kasusnya berlanjut pasti kita akan melakukan otopsi, wajib itu. Karenakan orang meninggal dunia karena apa, itu harus diketahui penyebabnya. Itu menjadi dasar dalam penyidikan kita, wajib itu,” tutur Arya.
Jika ditemukan adanya tindak pidana, polisi akan mengusut tuntas kasus tersebut.
“Saya tegaskan, ini bukan delik aduan. Jadi ini tindak pidana murni yang kalau siapa pun mengetahui bisa melaporkan. Sekalipun keluarga tidak melaporkan, atau misalnya keluarga tidak menuntut, tetap ini bisa dilakukan penyidikannya. Kalau memang terbukti ada mal praktik di situ, atau ada tindak pidana di situ, kita akan lakukan,” tegas Arya.
Kematian ENS viral di media sosial setelah akun Instagram @temanpolisi mengunggah informasi perihal kematian korban. Dalam unggahan tersebut, korban dinarasikan meninggal dunia usai operasi sedot lemak pada Senin (22/7/2024).
“Hari Senin, korban berangkat dari Medan ke Depok untuk menjalani operasi. Setelah dilakukan tindakan operasi pukul 12.00 WIB, keluarga korban mendapatkan telepon dari salah satu rumah sakit di Depok yang menyatakan korban meninggal dunia,” tulis akun tersebut, Jumat (26/7/2024).
#wanita-korban-klinik-kecantikan #tewas-usai-sedot-lemak #wanita-tewas-sedot-lemak-depok #kasus-sedot-lemak-menewaskan-beberapa-orang #selebgram-medan-tewas-usai-sedot-lemak-di-depok