Situasi Politik AS Kembali Stabil, Imbal Hasil SUN Melemah
Harga SUN diperkirakan melemah pada pekan ini. Hal itu sejalan dengan membaiknya situasi politik pasca penembakan Trump - Halaman all
(InvestorID) 29/07/24 04:00 12479871
JAKARTA, investor.id - Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan melemah pada pekan ini. Hal itu sejalan dengan membaiknya situasi politik pasca penembakan yang terjadi pada mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek INdonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan faktor pemilu AS tidak akan memberikan sentimen signifikan pada pasar SUN. Hal ini disebabkan kondisi pasar yang relatif stabil setelah insiden penembakan calon Presiden Donald Trump dan mundurnya Joe Biden. Ia menekankan bahwa rilis data ekonomi dan keputusan ekonomi akan lebih berdampak pada pergerakan SUN.
"Pasar SUN pekan ini diperkirakan cenderung sideways, mirip dengan pekan lalu. Tidak ada sentimen kuat yang akan membawa pasar SUN untuk naik atau turun tajam. Pasar masih menunggu sinyal dari The Fed mengenai arah kebijakan moneter ke depan," jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (28/7/2024).
Meskipun ada sinyal dovish dari Ketua The Fed, Ahmad melanjutkan, kepastian tentang kapan suku bunga akan mulai turun masih belum jelas dan memerlukan lebih banyak data untuk konfirmasi. Selain itu, bank sentral di Eropa masih menghadapi tekanan inflasi jasa, yang membuat mereka mempertahankan suku bunga.
"Selama pekan lalu, imbal hasil SUN 10 tahun dibuka di 6,950% pada Senin, naik menjadi 7,008% pada hari Rabu, sebelum turun lagi ke 6,984% pada Jumat. Berdasarkan data transaksi 22-25 Juli 2024, asing tercatat beli neto Rp3,37 triliun di pasar surat utang pemerintah, jual neto Rp1,39 triliun di SRBI, dan jual neto Rp0,05 triliun di saham," ujar dia.
Ahmad masih mempertahankan prediksinya untuk imbal hasil SUN 10 tahun, yang diperkirakan akan bergerak di rentang 6,8%-7,2%. Ia memperkirakan yield akan sedikit turun dibandingkan penutupan pekan sebelumnya (6,984%) dan bergerak di sekitar 6,9% pada pekan depan.
Sentimen Dalam Negeri
Sedangkan untuk sentimen dari dalam negeri, Ahmad menegaskan, pasar akan menantikan rilis data inflasi yang diperkirakan masih dalam rentang target Bank Indonesia, serta statistik cadangan devisa. Dari eksternal, keputusan The Fed dan Bank of England (BoE) akan menjadi fokus pasar. The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga, sementara BoE mungkin akan mulai melakukan pemangkasan.
"Selain itu, data kunci seperti pertumbuhan PDB di Zona Euro, tingkat inflasi di Jerman, tingkat inflasi di Zona Euro, dan tingkat pengangguran AS juga akan dinantikan pasar," kata dia.
Secara keseluruhan, Ahmad menegaskan pasar SUN akan cenderung stabil dengan pergerakan sideways, menunggu data dan keputusan ekonomi yang lebih jelas untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #imbal-hasil-obligasi #saham-as #situasi-politik-as #yield-sun #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368389/situasi-politik-as-kembali-stabil-imbal-hasil-sun-melemah