Aksi Bank Jago (ARTO) di Ekosistem GOTO

Aksi Bank Jago (ARTO) di Ekosistem GOTO

Bank Jago (ARTO) dinilai berhasil melakukan integrasi dengan ekosistem GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), khususnya GoTo Financial. - Halaman all

(InvestorID) 29/07/24 14:41 12531459

JAKARTA, investor.id – Pionir bank digital, PT Bank Jago Tbk (ARTO) dinilai berhasil melakukan integrasi dengan ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), khususnya GoTo Financial (GTF). Kolaborasi tersebut berdampak pada pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana murah Bank Jago.

Saat ini, Bank Jago telah menyalurkan pinjaman ke GoTo Financial senilai Rp 3,1 triliun, meningkat dari Rp 1,7 triliun pada Desember 2023. Dengan demikian, sebesar 80% dari buku pinjaman GoTo Financial berasal dari Bank Jago.

“Manajemen menyatakan bahwa dari 10 juta nasabah bank digital, sekitar 37% adalah pengguna GOTO atau setara dengan 10-12% dari total pengguna GOTO,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.

Bank Jago juga bersedia meningkatkan porsi buy now pay later (BNPL) menjadi 60% dari saat ini yang sekitar 40%.

Emiten berkode saham ARTO tersebut terbilang mampu menjaga biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap stabil sebesar 1,7% pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal I-2024 yang mencapai 1,5%. Bahkan biaya kredit berhasil ditekan dari 5% pada semester I-2023 menjadi 1,6% pada semester I-2024.

Selain itu, ARTO mencatatkan pertumbuhan kredit yang pesat mencapai 40% menjadi Rp 15,7 triliun pada semester I-2024. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 30%. Pertumbuhan tersebut juga tergolong kuat di tengah upaya manajemen ARTO dalam meningkatkan kualitas kredit, yang biasanya menyebabkan perlambatan pertumbuhan kredit.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

BRI Danareksa Sekuritas yakin pertumbuhan laba ARTO pada semester II-2024 bakal lebih kuat dari semester I-2024. Hal itu bakal ditopang oleh kenaikan margin bunga bersih (NIM) dan rendahnya biaya kredit (CoC) berkat kolaborasi dalam ekosistem. Penopang lainnya adalah kualitas aset dan pertumbuhan kredit yang seimbang dengan kenaikan nilai simpanan.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ARTO. Target harga saham ARTO dipatok sebesar Rp 3.800. Target harga tersebut mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 125 miliar pada tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 72 miliar.

Sebagai informasi, ARTO mencetak lompatan laba bersih sebesar 23% menjadi Rp 50 miliar pada semester I-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 41 miliar. Lonjakan itu sejalan dengan kenaikan pendapatan non bunga dan laba operasional. Kenaikan juga didukung oleh penurunan biaya dana (cost offund/CoF) dari 3,3% menjadi 3%.

Kenaikan laba bersih juga seiring dengan keberhasilan ARTO menekan rasio NPL dari 0,6% pada kuartal I-2024 menjadi 0,4% pada kuartal II-2024. NIM juga masih terkendali sebesar 7,3% pada semester I tahun ini dan ROE naik dari 1% menjadi 1,2%.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-arto #bank-jago #goto #arto #goto-financial #pinjaman-bank-jago #rekomendasi-saham #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368449/aksi-bank-jago-arto-di-ekosistem-goto