Piala Dunia FIFA 2026, Kebangkitan Pariwisata Olahraga Kelas Atas

Piala Dunia FIFA 2026, Kebangkitan Pariwisata Olahraga Kelas Atas

Bagi konsumen yang terus menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman kelas atas, banyak pilihan premium yang bisa didapat. - Halaman all

(InvestorID) 29/07/24 15:58 12536201

PARIS, investor.id – Bagi konsumen yang terus menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman kelas atas, banyak pilihan premium yang bisa didapat. Baik itu bepergian ke Eropa untuk melihat Taylor Swift, atau menghabiskan uang untuk membeli tiket pesawat premium. Namun, acara olahraga terbesar yang pernah diadakan di Amerika Utara yakni Piala Dunia FIFA 2026 akan memberikan banyak pilihan.

Piala Dunia 2026 diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Ajang internasional ini akan memiliki program perhotelan terbesar dalam sejarah olahraga, menurut On Location CCO Scott Jernigan. Ia mengatakan, lokasi Piala Dunia akan mencakup suite stadion dan desa perhotelan hingga pengalaman kuliner dan hiburan eksklusif.

FIFA memilih On Location sebagai penyedia perhotelan eksklusif untuk acara tersebut, yang akan berlangsung dari 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026. Ini akan menjadi Piala Dunia terbesar yang pernah diadakan, diselenggarakan di 16 kota di tiga negara dan menampilkan 104 pertandingan dari 48 tim.

“Di Amerika Serikat terdapat permintaan besar akan pengalaman unik dan momen-momen pilihan, pariwisata olahraga sedang booming,” sebut Jernigan seperti dikutip CNBC internasional, Senin (29/7/2024).

On Location telah menjadi bagian besar dalam mendorong pengalaman kelas atas seputar acara olahraga. Diluncurkan pada 2015 oleh NFL untuk menjual paket perhotelan untuk Super Bowl, perusahaan ini diakuisisi oleh perusahaan olahraga dan hiburan global Endeavour pada 2020 dalam kesepakatan US$ 660 juta.

Perusahaan ini sekarang menjual antara lain paket perhotelan dan tiket ke acara NCAA, UFC, MLB, dan PGA Amerika.

Pada 2021 On Location mendapatkan proyek terbesarnya yakni kesepakatan senilai US$ 1,3 miliar dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC). On Location mendapatkan hak eksklusif mengelola paket keramahtamahan dan pengalaman untuk tiga Olimpiade berikutnya, yang meliputi Paris 2024 dan Los Angeles 2028.

Jernigan, yang berada di Paris untuk menghadiri Olimpiade 2024 Paris, mengatakan apa yang dilihat On Location di sana akan mencerminkan apa yang terjadi dengan Piala Dunia. Sebab, orang-orang dari 120 negara berbeda telah membeli paket perhotelan yang berbeda.

Sekitar tujuh juta tiket diharapkan tersedia untuk Piala Dunia 2026 dan sekitar satu juta tiket premium akan dijual sebagai bagian dari paket perhotelan.

Meskipun apa saja yang termasuk dalam penawaran tersebut dan harga pastinya belum ditentukan, Jernigan mengungkapkan perusahaannya berupaya “menyusun pengalaman melalui pasar lokal” dengan pilihan makanan dan hiburan unik yang sesuai dengan hal tersebut.

On Location juga memanfaatkan Major League Soccer (MLS) demi membantu promosi dan penjualan paket-paket ini, dengan memanfaatkan keahlian sepak bola liga tersebut. Hal ini disampaikan Jay Berhalter, wakil presiden eksekutif pengembangan bisnis MLS.

Berhalter mencatat MLS tidak hanya memiliki klub-klub sepakbola di 11 pasar AS dan dua pasar Kanada yang digunakan selama Piala Dunia. Namun lima klubnya juga bermain di stadion yang sama, memberikan wawasan bagi liga dan bagi On Location tentang jenis-jenis pertandingan kelas atas yang dicari penggemar sepak bola.

“Penggemar sepak bola sama seperti penggemar lain yang Anda lihat di dunia hiburan, yaitu mereka menginginkan pengalaman yang luar biasa, dan mereka menginginkan sesuatu yang berbeda serta unik,” ujar Berhalter.

“Kami pikir Piala Dunia adalah ekspresi tertinggi dari olahraga, dan ini akan menjadi kesempatan luar biasa bagi para penggemar untuk merasakannya. Kami dapat memberi mereka sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, sempat terjadi kekacauan di turnamen Copa America, menyebabkan para penggemar menyerbu keluar gerbang Stadion Hard Rock di Miami. Insiden ini pada akhirnya mengakibatkan penundaan pertandingan final, cedera dan penangkapan, ditambah sejumlah kekhawatiran mengenai hal yang akan terjadi selama Piala Dunia.

Namun, FIFA, On Location, dan MLS tidak terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut. Sementara itu, federasi sepak bola Amerika Selatan CONMEBOL serta penyelenggara stadion saling menyalahkan atas pelanggaran keamanan. Menurut laporan Reuters, ini berada di bawah standar acara olahraga besar lainnya yang diadakan di negara AS seperti Super Bowl.

FIFA mengatakan pihaknya memperkirakan akan menghasilkan US$ 3,1 miliar dari hak perhotelan dan penjualan tiket selama siklus Piala Dunia 2023-2026. Sebagian besar akan berasal dari turnamen 2026.

Sebagai perbandingan, FIFA melaporkan pendapatan US$ 949 juta pada 2019 hingga 2022, termasuk Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Selama turnamen tersebut, yang mencakup 64 pertandingan, FIFA mengatakan pihaknya menghasilkan US$ 243 juta dari penjualan paket perhotelan.

Match Hospitality, yang telah menjual paket keramahtamahan untuk FIFA sejak 2010, mengawasi acara tersebut.

Jernigan mengatakan paket keramahtamahan untuk Piala Dunia 2026 kemungkinan akan mulai dijual pada akhir tahun ini.

“Pasar di Amerika Utara akan sangat besar untuk hal ini, namun kami berharap dapat membawa dunia ke masing-masing kota tuan rumah ini,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #piala-dunia #piala-dunia-2026 #fifa #on-location #sepak-bola-dunia #pariwisata-olahraga #olahraga-kelas-atas #fifa-2026 #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/lifestyle/368464/piala-dunia-fifa-2026-kebangkitan-pariwisata-olahraga-kelas-atas