Klinik Kecantikan Diduga Malapraktik Sedot Lemak, Warga : Banyak yang Datang di Luar Warga Depok

Klinik Kecantikan Diduga Malapraktik Sedot Lemak, Warga : Banyak yang Datang di Luar Warga Depok

Banyak orang, warga di luar kota Depok datang ke klinik kecantikan yang diduga terlibat malapraktik. Korban dari malapraktik itu seorang selebgram,ENS Halaman all

(Kompas.com) 29/07/24 16:48 12539011

DEPOK, KOMPAS.com - Klinik kecantikan WSJ di Beji, Depok, Jawa Barat yang diduga malapraktik sedot lemak terhadap seorang selebgram asal Medan, Sumatera Utara berinisial ENS (30) disebut kerap didatengi warga.

Nasril (77), salah satu warga mengungkapkan, pengunjung yang datang ke klinik tersebut mayoritas berasal dari luar Kota Depok.

"Yang datang ke sini rata-rata luar Depok. Saya pernah dapat taksi online bilang dari Tangerang sengaja ke Depok buat mengantar penumpang ke klinik itu,” ujar Nasril kepada Kompas.com, Senin (29/7/2024).

Bahkan, jika di hari libur, lahan parkir yang disediakan klinik tidak dapat menampung kendaraan yang dibawa pasien. Artinya klinik itu selalu ramai pengunjung.

“Kalau sudah masuk hari Sabtu dan Minggu, saya lewat itu sudah penuh sama mobil,” ujar Nasril.

Warga lainnya, Dinda (25) mengatakan, klinik kecantikan itu sebelumnya merupakan sebuah salon yang kemudian beralih fungsi.

“Awalnya saya tahunya salon, pas baca berita kemarin ternyata dia buka klinik kecantikan juga,” ujar Dinda.

Dinda mengetahui asal usul klinik itu karena pernah mengantar salah satu anggota keluarganya, namun untuk menggunting rambut.

"Pernah antar saudara ke sini buat gunting rambut karena dia ada salonnya juga,” ucap Dinda.

Sama dengan Dinda, warga lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan WSJ clinic awalnya adalah salon.

Klinik itu menawarkan perawatan rambut hingga eyelash extension atau sambung bulu mata.

“Salon buat gunting rambut, buat facial, sama ada pasang bulu mata palsu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ENS yang terbang jauh dari Medan ke Depok tewas saat menjalani operasi penyedotan lemak di salah satu klinik kecantikan di Beji, Kota Depok.

Kini, jenazah ENS sudah dibawa ke kampung halaman di Medan, Sumatera Utara pada Selasa (23/7/2024). Janazahnya korban dikabarkan sudah dimakamkan.

Sebelum ENS, kejadian serupa pernah terjadi dan dilaporkan ke polisi pada 2023.

Korban pada saat itu mengeluhkan efek samping usai menjalani prosedur kecantikan di klinik.

Namun, kasus tak dilanjutkan setelah korban langsung cabut laporan beberapa waktu setelahnya.

Terkait kasus ENS, saat ini Polres Metro Depok telah memeriksa dua saksi, yakni dokter berinisial A dan suami pemilik klinik kecantikan tempat kejadian.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Pradana mengatakan, jajarannya saat ini tengah menyelidiki dugaan kasus malapraktik dengan memeriksa saksi dan barang bukti.

Sudah ada dua orang saksi dari pihak klinik untuk memastikan apakah klinik tersebut memiliki izin operasional yang sah dan apakah prosedur medis yang dilakukan sesuai dengan standar keselamatan.

“Ini masih didalami, kalau kelalaian kita masih dalami, kan prosedurnya ada. Jadi yang kita lakukan nanti adalah melakukan pengecekan, pertama perizinannya. Kedua, kapabilitas dokternya bagaimana. Jadi dokternya ini punya sertifikasi itu, apakah dia memang bidangnya khusus di bidang itu, nanti akan kita dalami dan akan kita periksa secara resmi,” kata Arya.

(Reporter : Ruby Rachmadina | Editor : Jessi Carina)

#kasus-sedot-lemak-menewaskan-beberapa-orang #selebgram-medan-tewas-usai-sedot-lemak-di-depok #wanita-meninggal-usai-sedot-lemak-di-depok #sedot-lemak-dengan-bpjs-kesehatan #meninggal-karena-sedot-lema

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/29/16485531/klinik-kecantikan-diduga-malapraktik-sedot-lemak-warga-banyak-yang-datang