Mengaku Diintimidasi Bawahan yang Tak Terima Dikantorkan, Kepala Sudinhub Jakpus Lapor Polisi
Kasudinhub Jakarta Pusat Wildan Anwar mengaku diintimidasi bawahannya, mantan Koordinator Lapangan Sudinhub WS Laoli di kantor Sudinhub. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 16:10 12539025
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Pusat Wildan Anwar mengaku diintimidasi bawahannya, mantan Koordinator Lapangan Sudinhub WS Laoli di kantor Sudinhub, Senen, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).
"Yang bersangkutan langsung mendorong dadanya ke dada saya, dua kali. Saya enggak melawan. Saya mundur dua langkah karena didorong," ujar Wildan saat dihubungi, Senin.
Wildan menyebut Laoli sudah beberapa hari belakangan emosional. Pasalnya, pada apel Senin (22/7/2024) lalu, Laoli dimutasi menjadi analisis dan penelaah yang bertugas di kantor Sudinhub.
Menurut Wildan, mutasi tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan sudah diberitahukan sejak beberapa waktu yang lalu.
Namun, kata Wildan, Laoli tidak menerima keputusan Kasudinhub yang memutasi anggotanya.
Wildan menyatakan, posisi yang saat ini ditawarkan kepada Laoli justru lebih tinggi dari posisi koordinator lapangan. Namun, Laoli tetap menolak ditugaskan ke kantor.
"Dia (Laoli) tolak terus. (Menurut Laoli) enggak mau dikandangkan. Bukan dikandangkan, tapi diberikan tugas lebih baik, jadi analisis penelaah," lanjut Wildan.
Tindakan Laoli dinilai Wildan sebagai tindakan yang melawan perintah atasan.
Wildan menegaskan, mutasi Laoli juga dilakukan setelah menimbang aspek-aspek di lapangan dalam beberapa kegiatan penindakan.
"Cara bertindaknya itu sangat over-lah, over-nya itu membuat resah lah," jelas dia.
Untuk rotasi posisi ini, Kasudinhub tidak menerbitkan surat keputusan khusus. Pasalnya, posisi koordinator lapangan seyogiyanya berada di bawah tugas dari jabatan Kepala Seksi Pengendalian Pengendalian Operasional Lalu lintas Dan Angkutan Jalan yang saat ini diemban oleh Haryo Bagus.
Setelah Laoli dimutasi menjadi staf penelaah dan analisis, posisi koordinator lapangan pun kembali dipegang oleh Haryo.
Tindakan Laoli juga sudah dilaporkan ke Polsek Senen. Namun, hingga saat ini Polsek belum menerima laporan tertulis dari Wildan.
"Iya (dilaporkan ke polisi) sesuai perintah Kadishub. Arahannya ke sana," ucap Wildan.
Selain itu, Laoli juga disebutkan sempat menyerang Haryo Bagus, yang pada saat itu tengah mendampingi Wildan.
Haryo disebutkan sempat merekam momen ketika Laoli mendorong Wildan. Menyadari adanya perekaman, Laoli pun sempat berusaha merebut ponsel milik Haryo.
Laoli membantah
Sementara itu, Laoli membantah kalau dirinya melakukan intimidasi kepada atasannya. Namun, dia mengaku sempat meninggikan suaranya saat bertanya kepada Wildan.
"Saya mempertanyakan, kenapa saya dipermalukan di depan umum," ujar Laoli saat dihubungi.
Laoli mengaku bahwa dia dimarahi di depan umum saat apel Senin lalu. Laoli mengatakan, Wildan juga sempat marah-marah dalam apel tersebut.
Laoli pun membenarkan kalau saat ini dirinya sudah menjadi staf. Tidak lagi jadi koordinator lapangan.