Anak Buah Kepala Sudinhub Jakpus Bantah Lakukan Intimidasi ke Atasan
Kendati demikian, Laoli mengaku bahwa nada bicaranya sempat meninggi saat menghadap Wildan di kantor Sudinhub Jakpus di Senen, pagi tadi. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 18:04 12549103
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Koordinator Lapangan (Koorlap) Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat (Jakpus), WS Laoli membantah dirinya melakukan intimidasi ke Kepala Sudinhub Jakpus, Wildan Anwar.
“Enggak ada baku hantam, enggak ada intimidasi,” ujar Laoli saat dihubungi, Senin (29/7/2024).
Kendati demikian, Laoli mengaku bahwa nada bicaranya sempat meninggi saat menghadap Wildan di kantor Sudinhub Jakpus di Senen, pagi tadi.
Adapun Laoli menghadap Wildan untuk menanyakan surat keputusan mutasi dirinya dari posisi Koorlap Sudinhub Jakpus menjadi analisis dan penelaah yang bertugas di kantor Sudinhub.
“Tadi pagi saya tanya, surat keputusan (SK) penghapusan koorlap mana. Makanya, tadi pagi suara (saya) tinggi. Karena beliau tidak ada SK penghapusan koorlap itu,” lanjut Laoli.
Laoli juga mengaku sempat dipermalukan oleh atasannya dalam apel pagi yang digelar Senin (22/7/2024). Saat itu, kata Laoli, Wildan memarahi dirinya di hadapan personel Dudinhub Jakpus yang lain.
“Saya mempertanyakan, kenapa saya dipermalukan di depan umum,” imbuh dia.
Adapun saat ini Laoli sudah ditempatkan sebagai staf di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Sudinhub Jakpus.
Pernyataan Kasudinhub Wildan Anwar
Dikonfirmasi terpisah, Wildan menjelaskan, Laoli terus menolak dan bersikeras untuk tetap melakukan tugas selaku koorlap setelah dimutasi untuk bertugas di kantor.
Padahal, kata Wildan, pemindahan Laoli ke posisi staf analisis dan penelaah tidak dilakukan secara tiba-tiba.
Sikap Laoli ini pun dinilai Wildan sebagai tindakan melawan perintah atasan.
"Dia (Laoli) tolak terus, enggak mau dikandangkan. Bukan dikandangkan, tapi diberikan tugas lebih baik jadi analisis penelaah," ujar Wildan saat dihubungi pada Senin (29/7/2024).
Mutasi posisi ini telah Wildan sampaikan ke Laoli sejak beberapa minggu yang lalu. Namun, karena tidak kunjung dituruti, mutasi Laoli diumumkan Wildan pada apel pagi, Senin (22/7/2024).
Hal inilah yang disebut memicu emosi Laoli. Wildan menerangkan, Laoli mendatanginya ketika ia baru saja turun dari mobil pagi tadi dan langsung melakukan intimidasi.
"Yang bersangkutan langsung mendorong dadanya ke dada saya, dua kali. Saya enggak melawan. Saya mundur dua langkah karena didorong," kata Wildan.
Selain itu, Laoli juga disebut sempat menyerang Kepala Seksi Pengendalian Operasional (DalOps) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Sudinhub Jakpus, Haryo Bagus, yang mendampingi Wildan.
Haryo disebut sempat memvideokan momen ketika Laoli mendorong Wildan. Menyadari adanya perekaman, Laoli pun sempat berusaha merebut ponsel milik Haryo.
Adapun intimidasi yang diduga dilakukan Laoli telah dilaporkan Wildan ke Polsek Senen.
Namun, hingga saat ini, polisi belum menerima laporan tertulis dari Wildan. Nomor laporan juga belum dapat diterbitkan.
Tak terbitkan SK
Lebih lanjut, Wildan menjelaskan, tak ada penerbitan surat keputusan khusus jika seorang koorlap dimutasi. Pasalnya, posisi koordinator lapangan seyogianya merupakan salah satu tugas dari DalOps LLAJ Sudinhub.
Artinya, setelah Laoli dimutasi menjadi staf penelaah dan analisis, posisi koordinator lapangan pun kembali dipegang oleh Haryo.
Selain itu, Wildan menjelaskan, pemindahtugasan Laoli juga dilakukan setelah menimbang sejumlah aspek dari beberapa kegiatan penindakan terakhir yang dilakukan oleh Laoli.
"Cara bertindaknya itu sangat over-lah, over-nya itu membuat resahlah," jelas Kasudinhub.
Wildan menjelaskan, keresahan ini tidak hanya dirasakan oleh warga yang terkena inspeksi mendadak (sidak), tapi juga beberapa anggota Dishub maupun struktur lain yang ikut dalam sidak.