Bahlil Minta Perbankan Tingkatkan Porsi Kredit UMKM

Bahlil Minta Perbankan Tingkatkan Porsi Kredit UMKM

Bahlil Lahadalia meminta sektor perbankan meningkatkan porsi kredit UMKM, mengingat kontribusinya menyerap tenaga kerja dan ke perekonomian. - Halaman all

(InvestorID) 29/07/24 18:22 12551315

JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman (BKPM) Modal Bahlil Lahadalia meminta pihak perbankan untuk meningkatkan porsi pembiayaan untuk usaha mikro kecil (UMK). Langkah tersebut harus dilakukan agar bisa mengoptimalkan peran UMK sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan penghasil lapangan kerja terbesar.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, hingga semester I-2024 jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 4,6 juta orang. Angka ini terbagi dalam 778,1 ribu tenaga kerja di usaha mikro dan 3,91 juta tenaga kerja di usaha kecil.

“Mereka ini penyerapan tenaga kerjanya luar biasa. Makanya saya lagi berpikir, kadang-kadang kita ini gak adil sama UMK terutama dalam modal. Kalau modalnya kita tambah lagi, bisa difasilitasi perbankan maka ini jadi instrumen yang paling bagus untuk penciptaan lapangan pekerjaan,” ucap Bahlil dalam konferensi pers realisasi investasi kuartal I dan semester I-2024 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Senin (29/7/2024).

Menurut dia, UMK memiliki peran vital terhadap kelangsungan perekonomian nasional, tetapi saat ini pelaku UMK belum mendapatkan pembiayaan yang memadai. Dari porsi kredit perbankan sebesar Rp 6.300 triliun, UMK baru menerima 18% dari jumlah tersebut. Dalam hal ini pelaku UMK membutuhkan pembiayaan agar dapat melakukan ekspansi usaha yang akan berujung pada penyerapan tenaga kerja dalam jumlah lebih besar.

“60% PDB kita dari UMKM. Jumlah unit usaha kita 99,9% itu UMKM. Ke depan saya pikir kolaborasi dengan UMKM harus kita lakukan, makanya di Kementerian Investasi punya peraturan menteri untuk setiap investor yang masuk wajib kolaborasi dengan pengusaha daerah atau UMKM,” ungkap Bahlil.

Hingga semester I-2024 realisasi investasi dari jenis Usaha Mikro dan Kecil sebesar Rp 127 triliun. Nilai ini terbagi dalam realisasi investasi usaha mikro sebesar Rp 72,2 triliun dan usaha kecil sebesar Rp 54,8 triliun. Bila dirinci total proyek UMK yang tercatat pada semester I-2024 adalah 2,4 juta proyek yang terbagi dalam 2,2 juta proyek usaha mikro dan 204,4 ribu proyek usaha kecil.

Lima besar sektor dengan kontribusi UMK terbesar adalah perdagangan dan reparasi dengan nilai investasi Rp 46,5 triliun (994.149 proyek); jasa lainya dengan nilai investasi Rp 24,8 triliun (234.552 proyek); hotel dan restoran dengan nilai investasi Rp 13 triliun (48.040 proyek); dan konstruksi dengan nilai investasi Rp 11,9 triliun (64.246 Proyek); serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan nilai investasi Rp 7 triliun (106.302 proyek).

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #kredit-umkm #bahlil-lahadalia #kredit-kepada-umkm #porsi-kredit-umkm #penyerapan-tenaga-kerja #tenaga-kerja-umkm #investasi-umkm #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/368485/bahlil-minta-perbankan-tingkatkan-porsi-kredit-umkm