CCTV di Dekat TKP Tabrak Lari Tunarungu oleh Bus Diduga Kemhan Tak Rekam Insiden karena Kabel Putus
CCTV tersebut tengah dalam perbaikan karena kabelnya putus usai Lebaran 2024. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 19:22 12554153
BEKASI, KOMPAS.com - Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menyebutkan, CCTV di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, tak merekam insiden tabrak lari yang dialami seorang tunarungu berinisial AS (33) oleh bus bertuliskan "Kemhan", Senin (22/7/2024) lalu.
Pasalnya, Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengatakan, CCTV tersebut tengah dalam perbaikan karena kabelnya putus usai Lebaran 2024.
"Ternyata ada perbaikan akibat dari terputusnya jaringan kabel fiber. Salah paham sebenarnya, petugas main motong aja tanpa konfirmasi akhirnya terkena kabel optik," ujar Teguh kepada Kompas.com, (29/7/2024).
Teguh menyebut, sedianya tak ada CCTV yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP) tabrak lari.
Namun, ada salah satu CCTV milik Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang terpasang di salah satu titik yang dilalui bus di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur.
Akan tetapi, CCTV tersebut rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk menelusuri identitas kendaraan yang diduga menabrak lari AS.
"(Bus) keluar ke Jalan Pahlawan. Kejadian pagi waktu aktivitas waktu mau kerja, artinya dia keluar ke Jalan Juanda menyebrang rel, disitu ada CCTV sebenarnya. CCTV dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tetapi dalam perbaikan," kata Teguh.
Untuk diketahui, tabrak lari terhadap AS (33) oleh bus bertuliskan “Kemhan” terjadi di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (22/7/2024) pukul 05.20 WIB.
Peristiwa bermula saat AS yang mengendarai sepeda motor ini baru saja selesai mengantar adik perempuannya pergi bekerja.
AS menurunkan adiknya di pinggir Jalan Pahlawan atau sebelum palang pintu perlintasan kereta api Bulak Kapal.
Tak lama setelah sang adik turun dari motor dan menyebrang perlintasan kereta api, tiba-tiba bus berwarna hitam bertuliskan “Kemhan” dengan kelir kuning ini menabrak motor AS.
Bus tersebut melaju dari arah Perumnas 3 menuju Tol Timur atau BTC Mal.
AS yang masih berada di motor pun terkejut lalu terjatuh ke arah kiri. Sementara, kaki korban tertimpa kendaraannya.
Saat itu, AS langsung mengejar bus. Korban meminta sopir bus meminggirkan kendaraan.
Namun, korban justru mendapatkan ancaman pemukulan dari sopir bus. Alhasil, pelaku kembali melanjutkan perjalanandengan kondisi luka-luka.
Adapun keluarga AS telah melaporkan kasus dugaan tabrak lari ini ke Detasemen Polisi Militer Jaya/2-1 Kota Bekasi, Jumat (26/7/2024). Usai melapor, polisi militer langsung melakukan olah TKP.
Pada Senin (29/7/2024), pihak Kemhan mempertemukan AS dengan seluruh sopir Kemhan. AS diminta menunjuk sopir yang diduga menabrak lari dirinya.
Namun, AS belum bisa memastikan pelaku lantaran ia tak ingat betul wajah sopir yang menabrak dirinya.
#tunarungu-di-bekasi-jadi-korban-tabrak-lari #tunarungu-korban-tabrak-lari-bus-kemhan