Ciri-ciri Sopir Bus yang Tabrak Tunarungu di Bekasi: Pakai Kemeja Hijau dan Jaket Hitam
Alvin sempat bertatapan dengan sopir setelah dia mengejar bus berwarna hitam tersebut karena tidak berhenti usai menabraknya. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 20:27 12559024
JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga tunarungu korban tabrak lari, Alvin Samuel Aryo Wibowo Girsang (33), mengungkapkan ciri-ciri sopir yang menabraknya di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (22/7/2024).
Pasalnya, Alvin sempat bertatapan dengan sopir setelah dia mengejar bus berwarna hitam tersebut karena tidak berhenti usai menabraknya.
“(Ciri-ciri bus warna) hitam, hitam, melulu. Terus, yang paling jelas, jaket sopirnya warna hitam dan kemejanya hijau. Dia ingatnya itu melulu,” ujar adik Alvin, Yoseph Adhira Tri Nugroho Girsang (26), saat ditemui Kompas.com di Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/7/2024).
“(Jaket hitam si sopir) enggak diseletingin. Makanya, kemeja atau baju berkerah hijaunya ini terlihat,” ujar Yoseph.
Sementara, Alvin tidak memastikan celana apa yang sedang dikenakan sang sopir. Sebab, saat peristiwa kecelakaan lalu lintas berlangsung, matahari belum terbit sepenuhnya.
“Hitam atau hijau gitu. Dia(Alvin) ingatnya hitam-hitam hijau, di antara hitam sama hijau. Karena kondisi masih gelap. Jam segitu kayak siluet, masih gelap, kayak samar-samar. Saya enggak bisa paksakan suruh ingat-ingat. Namanya orang tunarungu,” tutur Yoseph.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mempertemukan Alvin dan Yoseph dengan seluruh sopir antar-jemput personel (AJP) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar TNI (SPBT) Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/6/2024).
Pertemuan tersebut bertujuan agar Alvin dapat menunjuk langsung siapa sopir yang menabraknya. Hanya saja, Alvin tidak bisa memastikan dengan alasan ingatannya samar-samar.
Keluarga korban menduga bus tersebut dari Kemhan karena pada Kamis (25/7/2024) mereka kembali ke tempat kejadian perkara (TKP).
Pada momen tersebut, Alvin menunjuk bus hitam bertuliskan Kemhan yang korban yakini telah menabrak dirinya pada Senin, 22 Juli 2024.
Karena pelaku belum terungkap, keluarga hanya bisa menunggu hasil penyelidikan dari Detasemen Polisi Militer Jaya 2/1.
Adapun tabrak lari oleh bus diduga bertuliskan “Kemhan” terjadi di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (22/7/2024) pukul 05.20 WIB.
Peristiwa itu bermula saat AS yang mengendarai sepeda motor ini baru saja selesai mengantar adik perempuannya pergi bekerja.
AS memberhentikan adiknya di pinggir Jalan Pahlawan atau sebelum palang pintu perlintasan kereta api Bulak Kapal.
Selang beberapa saat adiknya turun dari motor dan menyeberang perlintasan kereta api, tiba-tiba bus berwarna hitam menabrak motor AS.
Bus tersebut melaju dari arah Perumnas 3 menuju Tol Timur atau BTC Mal.
Korban yang masih berada di motor ini terkejut lalu terjatuh ke arah kiri. Sementara kaki AS tertiban kendaraannya.
Korban langsung mengejar bus. AS meminta sopir meminggirkan kendaraan.
Tetapi, korban justru mendapatkan ancaman pemukulan meski AS telah berupaya menjelaskan menggunakan bahasa isyarat bahwa dirinya tunarungu.
Alhasil, pelaku kembali melanjutkan perjalanan dan AS pulang dengan kondisi luka-luka.
Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Edwin Sumanta mengaku sedang mencari informasi terkait bus kementeriannya yang diduga menabrak AS.
"Terkait informasi tersebut, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan satuan terkait untuk mencari fakta-fakta yang sebenarnya," ujar Edwin Sumanta kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Kemhan berjanji akan memberikan informasi secara terbuka terkait kasus ini.
#tunarungu-di-bekasi-jadi-korban-tabrak-lari #tunarungu-korban-tabrak-lari-bus-kemhan