Kampung Bahari Kerap Digerebek Polisi, Pemuka Agama Diminta Edukasi Warga Agar Tak Trauma

Kampung Bahari Kerap Digerebek Polisi, Pemuka Agama Diminta Edukasi Warga Agar Tak Trauma

Menurut Juaini, pendekatan dari pemuka agama penting agar warga tidak mengalami trauma. Halaman all

(Kompas.com) 29/07/24 20:10 12559028

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf meminta agar pemuka agama memberikan edukasi ke warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang kerap melihat dan mengalami penggerebekan narkoba.

Menurut Juaini, pendekatan dari pemuka agama penting agar warga tidak mengalami trauma.

"Kalau soal trauma bisa aja dari aparat wilayah memberikan pendekatan. Kita juga bisa menggunakan pemuka-pemuka agama untuk memberi informasi atau imbauan maupun penjelasan tentang kedatangan polisi tujuannya untuk memberikan suasana aman dan nyaman di situ," ujar Juaini saat diwawancarai Kompas.com, Senin (29/7/2024).

Melalui edukasi tersebut, kata Juaini, warga yang bukan menjadi target penggerebekan tak akan terkejut jika polisi sewaktu-waktu datang untuk menangkap para pelaku penyalahgunaan narkoba.

Pasalnya, lanjut Juaini, jika peredaran narkoba di Kampung Bahari dibiarkan begitu saja, wilayah tersebut akan menjadi tidak aman dan nyaman.

Juaini pun meminta masyarakat tak khawatir dengan tindakan polisi dalam aksi penggerebekan, termasuk jika pihak kepolisian menerjunkan ratusan personel.

"Tentunya, mereka juga akan menyesuaikan kesiapan pada pasukan mereka. Kalau sedikit yang turun takutnya enggak bisa dibrantas, dengan banyaknya pasukan mungkin bisa lebih cepat dan banyak yang ditangkap," ucap Juaini.

Sebagai informasi, Polres Metro Jakarta Utara kembali menggerebek Kampung Bahari, Sabtu (13/7/2024) pagi. Ada sekitar 200 personel yang ikut terjun dalam aksi penggerebekan itu.

Setibanya di Kampung Bahari, polisi langsung menyisir satu per satu rumah warga yang disinyalir menyimpan narkoba dan senjata tajam.

Jika warga tak membuka pintu rumahnya, maka polisi mendobrak secara paksa.

Dalam aksi penggerebekan itu, ada 31 orang yang ditangkap dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara.

Dari 31 orang tersebut, 26 merupakan pria dan 5 orangnya adalah wanita.

Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, narkoba jenis sabu-sabu dengan berat bruto 103 gram, 26 paket kecil sabu, 12 timbangan digital, dua televisi, empat unit perekam (recorder) dan satu unit laptop.

#kampung-bahari-digerebek-lagi #kampung-bahari-sarang-narkoba

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/29/20103951/kampung-bahari-kerap-digerebek-polisi-pemuka-agama-diminta-edukasi-warga