Bahagianya Rahman, Rumahnya yang Hampir Ambruk Akhirnya Direnovasi Usai Munajat Belasan Tahun

Bahagianya Rahman, Rumahnya yang Hampir Ambruk Akhirnya Direnovasi Usai Munajat Belasan Tahun

Bilik kayu dan bambu di rumah tersebut sudah sangat rapuh dan hampir ambruk. Halaman all

(Kompas.com) 29/07/24 22:50 12568497

JAKARTA, KOMPAS.com - Abdulrahman (41) tak berhenti mengucap syukur setelah rumahnya di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, selesai direnovasi.

Rahman, demikian sapaan akrab Abdulrahman, merupakan penerima bantuan program Bedah Rumah dari pemerintah Kota Jakarta Pusat yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta.

Tempat tinggal Rahman yang berukuran sekitar 2x3 meter di kawasan padat penduduk itu sudah tidak layak. Bilik kayu dan bambu di rumah tersebut sudah sangat rapuh dan hampir ambruk.

“Pas waktu itu almarhum emak saya (masih ada), rumah sudah enggak memungkinkan (untuk ditinggali), tahun 2011 deh. Sudah lama, sudah enggak layak,” ujar Rahman saat ditemui di rumahnya, Senin (29/7/2024).

Pada tahun 2014, tak lama setelah ayah Rahman meninggal, lantai dua rumahnya ambruk sehingga tidak bisa digunakan sama sekali.

Kondisi rumah Abdulrahman sebelum direnovasi terlihat dari poster di depan rumah barunya di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024)
Setiap kali hujan, rumah Rahman tambah tak keruan bentuknya. Air yang mengalir dari genting yang bocor langsung turun ke lantai satu karena bambu-bambu penyangga di lantai dua sudah bolong.

Belum lagi jika banjir datang. Rahman mengaku pasrah membiarkan barang-barangnya tergenang.

Setiap kali banjir terjadi, dia dan sang kakak terpaksa mengungsi ke mushala.

Untungnya, warga setempat memahami kondisi Rahman. Dia diperbolehkan menumpang tidur di mushala selama bisa menjaga kebersihan.

Munajat 10 tahun

Oleh karena tak punya uang untuk merenovasi rumah, Rahman hanya bisa berdoa.

“Saya berserah diri, doa saja agar datang orang peduli. Saya munajat saja sama yang di atas,” katanya.

Suatu hari pada awal tahun 2024 ini, genting rumahnya jatuh menimpa kepala salah satu warga yang kebetulan melintas.

Berangkat dari kejadian tersebut, Rahman mendatangi pengurus RW untuk meminta bantuan.

“Kan di luar (rumah) juga banyak orang nongkrong. Saya akhirnya minta tolong, mau lapor kondisi rumah saya ini takut ada genting jatuh,” imbuh dia.

Ternyata, doa Rahman selama belasan tahun terjawab. Dia menjadi salah satu penerima bantuan program bedah rumah hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Baznas, dan pihak swasta, yaitu PT Suprajaya 2001.

Saat ini, rumah Rahman sudah kokoh dan dibangun dari bata dan beton. Lantai dua pun sudah bisa kembali digunakan seperti sediakala.

Tak hanya itu, Rahman pun mendapatkan pekerjaan sebagai petugas keamanan di salah satu proyek di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Alhamdulillah, mungkin hari ini saya dikasih sama yang di atas, saya sudah dimudahkan, doa saya dijawab semua,” kata Rahman lagi penuh syukur.

#bantuan-bedah-rumah #bantuan-bedah-rumah-gratis

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/29/22501871/bahagianya-rahman-rumahnya-yang-hampir-ambruk-akhirnya-direnovasi-usai