Perjuangan Rifda Irfanaluthfi di Olimpiade 2024: Salut, Apresiasi dari Persani
Ketua Umum Persani, Ita Yuliati, memberikan apresiasi untuk perjuangan Rifda yang tetap bertanding di Olimpiade meski menahan rasa sakit. Halaman all
(Kompas.com) 29/07/24 22:58 12573558
KOMPAS.com - Pengurus Persatuan Senam Indonesia (Gymnastics Indonesia) mengapresiasi perjuangan Rifda Irfanaluthfi dan pelatihnya Eva Butarbutar di Olimpiade Paris 2024.
Rifda, yang menjadi pesenam Indonesia pertama di Olimpiade, terhenti pada babak awal Olimpiade Paris 2024 di Bercy Arena, Minggu (28/7/2024).
Atlet berusia 24 tahun itu hanya bisa tampil di nomor uneven bars (palang bertingkat) karena kondisinya yang tidak prima akibat cedera.
Ketua Gymnastics Indonesia, Ita Yuliati, tetap memberikan apresiasi untuk perjuangan Rifda yang tampil di Olimpiade sambil menahan rasa sakit.
"Alhamdulillah Rifda sudah menyelesaikan penampilannya di Olimpiade Paris 2024. Saya sebagai Ketua Umum Gymnastics Indonesia bersyukur bahwa akhirnya perjuangan kita semua untuk mengusung Rifda ke Olimpiade telah berhasil," kata Ita dalam keterangan tertulis.
"Rifda telah secara sah menyandang gelar sebagai olympian. Perjalanan menuju Olimpiade itu yang harus kita apresiasi bersama karena tidak mudah untuk bisa lolos," ujarnya.
Tiga pekan sebelum Olimpiade, lutut Rifda bengkak saat training camp di Heerenveen, Belanda.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Rifda semakin membaik karena sudah sempat mencoba empat alat saat latihan.
Hanya saja, karena belum pulih 100 persen, pelatih akhirnya menentukan Rifda hanya akan turun di tiga alat.
Setibanya di Paris, tepatnya ketika menjalani sesi latihan, Rifda kembali mengalami cedera saat latihan ketika melakukan lompatan di vaulting.
Penanganan telah dilakukan secara maksimal oleh para dokter tim Indonesia. Namun, kondisi Rifda belum kembali 100 persen, sehingga dirinya masih merasa sakit dan tidak memungkinkan turun di tiga alat.
Rifda tetap memutuskan untuk menuntaskan penampilannya di Olimpiade meski ia masih harus dibantu pelatih, baik untuk berjalan jauh ke arena pertandingkan ataupun di sekitar lapangan.
"Terlepas dari penampilan yang tidak sempurna, saya tetap mengapresiasi dan salut atas perjuangan Rifda dan coach Eva. Selama bertahun-tahun, mereka berkerja keras untuk mewujudkan cita-citanya untuk menjadi gymnast Indonesia pertama dari yang tampil di Olimpiade," ujar Ita.
"Saya berterima kasih kepada semua pihak, yakni Kemenpora dan Mas Menpora Dito Ariotedjo, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Presiden KOI Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission Anindya Bakrie, KONI Pusat, dan semua pihak yang tak bisa saya sebutkan satu per satu," ujar Ita.
“Tugas kita bersama selanjutnya adalah mempersiapkan tim Gymnastics Indonesia untuk turun di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship 2025 di Jakarta dan Olimpiade 2028 Los Angeles dan ini sudah kami persiapkan dari sekarang,” ujar Ita.
#rifda-irfanaluthfi #olimpiade-paris-2024 #persani #gymnastics