Harga Batu Bara Lanjut Menguat Berkat Sentimen Ini
Harga batu bara lanjut menguat pada Senin (29/7/2024). Hal ini berkat sentimen permintaan listrik bertenaga batu bara masih tetap tinggi. - Halaman all
(InvestorID) 30/07/24 07:00 12611305
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara lanjut menguat pada Senin (29/7/2024). Hal ini berkat sentimen permintaan listrik bertenaga batu bara masih tetap tinggi.
Harga batu bara Newcastle untuk Agustus 2024 naik US$ 0,85 menjadi US$ 140,1 per ton. Sedangkan September 2024 meningkat US$ 0,55 menjadi US$ 140,25 per ton. Sementara itu, Oktober 2024 menguat US$ 0,6 menjadi US$ 141 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Agustus 2024 naik 1,2% menjadi US$ 115,25. Sedangkan, September 2024 menguat US$ 0,85 menjadi US$ 115,2. Sementara itu, Oktober 2024 terkerek US$ 1,05 menjadi US$ 115,3.
Dikutip dari BigMint, China, konsumen batu bara terbesar di dunia, diperkirakan akan mengonsumsi 4,898 miliar ton batu bara pada 2024, naik tipis 0,3% dari tahun sebelumnya, menurut Pembaruan Pertengahan Tahun Batu Bara yang dikeluarkan oleh IEA.
Pembangkit listrik tenaga air China telah pulih tahun ini dari tingkat yang sangat rendah tahun lalu dan tenaga air, di samping terus berlanjutnya penyebaran tenaga surya dan angin yang cepat, akan menyebabkan pertumbuhan penggunaan batu bara negara itu melambat secara signifikan tahun ini, kata laporan itu.
Namun, penggunaan batu bara negara itu tidak mungkin berbalik arah tahun ini, dengan IEA memperkirakan pertumbuhan 6,5% dalam permintaan listrik tahunan.
Permintaan China
Permintaan batu bara China untuk sektor listrik diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,9% tahun ini, meskipun curah hujan tinggi yang dimulai pada bulan April telah meningkatkan ketersediaan tenaga air dan menekan pembangkit listrik tenaga batu bara. Selain itu, percepatan penyebaran energi terbarukan, terutama kapasitas tenaga surya, telah berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih lambat dalam penggunaan batu bara ini.
"(0,9%) ini akan menjadi tingkat pertumbuhan terendah sejak 2015," catat laporan tersebut.
Sementara itu, untuk memenuhi estimasi permintaan listrik pada tahun 2031-32, studi perencanaan pembangkitan telah dilakukan oleh Central Electricity Authority (CEA). Berdasarkan hasil studi, diperkirakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan beban dasar negara pada 2032, kapasitas terpasang berbasis batu bara & lignit yang dibutuhkan akan menjadi 283 GW dibandingkan dengan kapasitas terpasang saat ini sebesar 217,5 GW.
Mempertimbangkan hal ini, Pemerintah India mengusulkan untuk menyiapkan tambahan kapasitas berbasis batu bara minimal 80 GW pada tahun 2031-32.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #permintaan-batu-bara #pembangkit-listrik-tenaga-batu-bara #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368524/harga-batu-bara-lanjut-menguat-berkat-sentimen-ini