Menang di Olimpiade Paris, Djokovic Masih Ingin Lawan Nadal Sekali Lagi
Ingin lanjutkan rivalitas yang telah berjalan hampir 20 tahun. Halaman all
(Kompas.com) 30/07/24 15:43 12658321
KOMPAS.com - Novak Djokovic mengalahkan Rafael Nadal dua gim sekaligus di babak kedua cabang olahraga tenis Olimpiade Paris 2024 dengan skor 6-1 dan 6-4, pada Senin (29/7/2024).
Usai kekalahan itu, Nadal mengaku akan memutuskan masa depannya di dunia tenis setelah Olimpiade 2024.
Akan tetapi, Djokovic yang pertama kali menghadapi Nadal saat French Open 2006 berharap persaingan keduanya tidak segera berakhir.
"Tidak ada persaingan dua pemain dalam sejarah tenis yang telah mencapai 60 pertandingan. Jadi saya pikir ini (persaingan Djokovic-Nadal) sangat unik dan istimewa," kata Djokovic, dikutip dari Antara, Selasa (30/7/2024).
Djokovic mengatakan, dia ingin menghadapi Nadal sekali atau beberapa kali lagi di ajang yang lain. Dia menilai, rivalitas keduanya juga menguntungkan bagi dunia tenis.
"Saya tidak tahu bagaimana perasaannya terhadap tubuhnya, apa rencananya, tapi semoga saja kami bisa bermain lebih banyak lagi," ujar Juara Grand Slam 24 kali itu.
Meski begitu, Djokovic tidak mengetahui apakah babak kedua Olimpiade Paris lalu akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Nadal.
"Kami tidak tahu, itu sangat bergantung pada banyak faktor," ucap Djokovic.
"Maksud saya, itu bergantung kami berdua akan terus maju atau kami akan berpartisipasi dalam turnamen yang sama atau tidak," imbuhnya.
Djokovic mengakui bahwa dia menghormati dan mengagumi petenis asal Spanyol itu, namun dia menolak "persaudaraan" dengan Nadal.
Dia menjelaskan, rivalitas di antara keduanya membuat mereka sulit menjalin hubungan personal yang erat.
"Itulah salah satu alasan kami tidak terhubung begitu dekat, dan saya rasa pada level itu, tidak bisa benar-benar terhubung begitu dekat dengan siapa pun," ungkap Djokovic.
\'Semoga kami bisa mengatasi sisi berbeda dari hubungan kami dan merefleksikan hal-hal yang kami lalui dan jalani bersama, momen spesial di jalan yang berbeda," sambungnya.
Menurutnya, kemenangannya kali atas Nadal membayar lunas kekalahannya pada semi final Olimpiade 2008. Kala itu, petenis asal Serbia tersebut harus puas dengan medali perunggu.
"Ada lebih banyak ketegangan melawan dia di Olimpiade, karena mewakili negara dan menjadi bagian dari Olimpiade, hanya terjadi setiap empat tahun sekali," pungkasnya.
Sebagai informasi, sebelum memutuskan masa depannya, Nadal akan mengalihkan fokusnya ke nomor ganda bersama rekannya, Carlos Alcaraz, pada Olimpiade Paris 2024.
#olimpiade-2024 #rafael-nadal #novak-djokovic #olimpiade-paris-2024