Viral Video Harga Makanan Tak Wajar di Alun-alun Lama Ungaran, Pemkab Semarang Langsung Beri Pembinaan
Pemerintah Kabupaten Semarang langsung melakukan pembinaan terhadap pedagang di Alun-alun Lama Ungaran. Halaman all
(Kompas.com) 30/07/24 17:05 12665592
UNGARAN, KOMPAS.com - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang langsung merespons kejadian viral yang terjadi di Alun-alun Lama Kabupaten Semarang pada Kamis (25/7/2024).
Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan seluruh pedagang di kawasan tersebut akan mendapat pembinaan pada Rabu (31/7/2024).
"Besok mereka akan kami kumpulkan, undangan sudah diberikan ke pedagang. Jadi pembinaan tidak hanya untuk pedagang yang viral kemarin, tapi seluruhnya," ujarnya, Selasa (30/7/2024).
Heru mengatakan, kawasan Alun-alun Lama merupakan wilayah transit pengguna jalan raya yang melintas Solo-Semarang.
"Ini kan juga wajah Kabupaten Semarang, jadi menjaga itu. Kalau semua baik kan, pasti rezeki juga akan baik semua, jangan malah berdampak ke pedagang yang lain," ungkapnya.
Menurut Heru, pembinaan akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya video viral itu, tetapi juga keseluruhan, mulai dari kebersihan, tenda yang digunakan, hingga daftar harga menu makanan.
Lihat postingan ini di Instagram
Selain itu Heru juga menyerukan agar paguyuban pedagang berperan aktif untuk mengelola anggotanya. Dengan demikian setiap ada persoalan bisa diselesaikan dengan baik dan musyawarah.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyesalkan perilaku pedagang yang \'ngepruk\' harga karena pembeli menggunakan mobil pelat luar kota.
"Saya minta para pedagang jangan seperti itu. Kalau ada pembeli, layani dengan harga yang normal, harga umum untuk semua," kata dia, Senin (29/7/2024) di Kompleks kantor Bupati Semarang.
Menurut dia, kejadian ini bisa berpengaruh buruk untuk semuanya. Pembeli jadi khawatir saat akan jajan di Alun-alun Lama Ungaran. Bahkan, bisa kapok sebelum berkunjung..
"Sementara untuk pedagang, pasti akan sepi karena tidak ada pengunjung yang datang. Kasihan pedagang yang lain, akan merasakan dampaknya, pasti sepi," ujarnya.
Ngesti mengungkapkan, Kabupaten Semarang adalah daerah tujuan wisata dan mengandalkan kunjungan wisatawan dari daerah lain.
"Saya akan minta kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang untuk memberi pemahaman dan pembinaan kepada pedagang," kata Ngesti.
Selain itu, Ngesti juga mengimbau para pedagang untuk memasang daftar menu disertai harga. Dengan demikian tidak ada pihak yang merasa dirugikan saat transaksi.
"Menu A harga sekian, menu B harga sekian, sehingga semua jelas dan pilihan pembeli sesuai kemampuannya," ungkapnya.
Harga makanan tak wajar di Alun-alun Lama Ungaran
Sebelumnya di media sosial TikTok, beredar video viral pengalaman tak mengenakan yang dialami pemilik akun aries.girl saat makan di satu warung tenda dengan makanan olahan kambing.
Pada Kamis (25/7/2024) malam, pemilik akun aries.girl beserta kerabatnya dari Yogya yang dalam perjalanan, mampir ke Alun-alun Lama Ungaran Kabupaten Semarang.
"Rombongan tiga mobil dengan plat luar kota, orang dewasanya 11 orang anak kecilnya tiga. Tapi yang makan cuma enam orang, sisanya jalan-jalan keliling alun-alun sama jajan sosis bakar sama cappucino cincau," ujarnya saat dihubungi, Senin (29/7/2024).
Akun aries.girl telah mengizinkan caption di-akunnya dikutip oleh Kompas.com. Setelah sampai di Alun-alun Lama Ungaran, rombongan sempat memilih tempat makan, dan berkeliling.
Kemudian pilihan jatuh di salah satu warung tenda dengan pertimbangan dekat dengan tempat parkir mobil.
Mereka kemudian memesan tujuh porsi makanan yang terdiri dari sate tiga porsi, tongseng empat porsi, dan nasi enam porsi. Selain itu juga tiga minum, satu jeruk dan dua teh.
Saat membayar, aries.girl merasa kaget karena tanpa perincian harga per porsi, diminta membayar Rp 536.000.
"Dengan harga segitu, saya merasa ada yang janggal. Karena itu, saya lalu meminta perincian harga dan nota. Ada bapak baju hitam yang kebingungan, lalu berbisik menanyakan harga dengan rekannya yang memasak," paparnya.
Menurut aries.girl, saat dirinya komplain, pedagang tersebut dengan santai mengembalikan uang Rp 50.000 dari pembayaran Rp 536.000.
Saat ia melihat pembeli lain, ternyata harganya lebih murah karena satu porsi sate lengkap dengan nasi dan es teh, harganya Rp 45.000. Sementara ia harus membayar lebih mahal jadi Rp 60.000.
"Apa karena saya pakai mobil pelat luar kota, lalu harga makanan bisa dinaikkan seenaknya? Sebetulnya saya berharap itikad baik dan klarifikasi dari pedagang tersebut, tapi ternyata mereka hanya diam, seakan mengiyakan perbuatan mereka sendiri," paparnya.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Semarang untuk menindaklanjuti pengalamannya yang dialaminya karena sudah meresahkan.
"Mengingat setiap warung untuk taman atau tempat kunjungan bermain harus ada daftar harga agar terhindar dari oknum nakal," kata dia.
#ungaran #kabupaten-semarang #viral-video-harga-makanan-tak-wajar-di-alun-alun-lama-ungaran