Antibodi Llama Bisa Bantu Perangi HIV

Antibodi Llama Bisa Bantu Perangi HIV

Harapan baru di dunia kesehatan dalam melawan HIV. Halaman all

(Kompas.com) 30/07/24 17:57 12668910

KOMPAS.com - Llama, hewan mirip unta dari Amerika Selatan ini dihargai karena wol dan kulitnya.

Namun, di balik bulu dan kulitnya tersebut, Llama ternyata menyembunyikan sesuatu yang hebat dan bisa dimanfaatkan manusia. Apa itu?

Seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (30/7/2024) ketika Llama terpapar virus manusia yang mematikan, ilmuwan menemukan tubuh mereka menciptakan protein kekebalan kuat yang tidak seperti yang diproduksi oleh spesies manusia.

Dengan menggunakan pengetahuan ini, peneliti yang bekerja di Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) kini telah merekayasa antibodi hibrida manusia-Llama yang dapat menaklukkan salah satu penyakit menular manusia: HIV.

Virus imunodefisiensi manusia (HIV) adalah pengubah bentuk yang licik yang dapat dengan cepat berevolusi untuk memblokir antibodi manusia yang bertanggung jawab untuk menempel dan menahan ancaman asing.

"Antibodi konvensional berukuran besar, sehingga sulit bagi mereka untuk menemukan dan menyerang permukaan virus," jelas ahli biologi Jianliang Xu dari NIH dan Universitas Negeri George.

Sementara itu antibodi Llama berbeda.

Seperti hiu, alpaka, dan unta, Llama adalah salah satu dari sedikit hewan yang diketahui menghasilkan versi ekstra-kecil dari antibodi konvensional yang disebut nanobodi. Ukurannya sekitar sepersepuluh dari ukuran aslinya.

Nanobodi ini ringan dan fleksibel. Ukurannya yang kecil dan bentuknya memanjang membuat mereka dapat menyelinap di antara pertahanan virus untuk melumpuhkan bagian virus yang paling menular.

Untuk merangsang produksi nanobodi khusus HIV, para peneliti di NIH menyuntikkan sebagian selubung HIV-1 ke dalam satu llama sebanyak 13 kali dalam satu tahun.

Kemudian dengan rekayasa yang cermat, peneliti mengambil nanobodi HIV paling ampuh yang dapat mereka temukan dan menggabungkannya dengan bagian-bagian antibodi manusia yang bekerja luas untuk HIV.

Dengan sendirinya, antibodi manusia dan nanobodi llama dapat menetralkan 90 persen galur HIV-1, meskipun masing-masing menargetkan bagian virus yang berbeda.

Jika digabungkan, pendekatan bercabang ganda ini menurut peneliti sangat ampuh menekan 96 persen dari 208 galur HIV di laboratorium.

"Nanobodi ini adalah antibodi penetralisir terbaik dan paling ampuh hingga saat ini, yang menurut saya sangat menjanjikan bagi masa depan terapi HIV dan penelitian antibodi," kata kandidat doktor biologi Payton Chan dari Georgia State University.

Ia pun berharap suatu hari nanti nanobodi ini akan disetujui untuk pengobatan HIV.

Namun masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, yakni bagaimana membuat obat tersebut bertahan lebih lama.

Para peneliti di NIH sekarang sedang berupaya merekayasa kombinasi baru antibodi llama-manusia untuk melihat apakah mereka dapat menciptakan pengobatan dengan efek yang lebih kuat.

Studi ini dipublikasikan dalam Advanced Science.

#hewan #hiv #antibodi-llama-bisa-bantu-perangi-hiv #llama

https://www.kompas.com/sains/read/2024/07/30/175722423/antibodi-llama-bisa-bantu-perangi-hiv