Kerugian Emiten Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno (SRTG) Susut 96%
Emiten Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil menekan rugi bersih hingga 96,34%. - Halaman all
(InvestorID) 30/07/24 19:17 12675976
JAKARTA, investor.id – Emiten Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil menekan rugi bersih hingga 96,34% pada semester I-2024 menjadi Rp 446,39 miliar dibanding periode sama tahun lalu yang rugi Rp 12,21 triliun.
Pencapaian Saratoga tersebut seiring membaiknya harga saham portofolio perseroan seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi, manajemen Saratoga mengungkapkan bahwa perseroan mampu menekan kerugian neto atas investasi pada saham dan efek lainnya dari Rp 15 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 1,37 triliun. Dampaknya, rugi sebelum pakak perseroan berkurang jauh dari rp 13,52 triliun menjadi Rp 92,03 miliar.
“Di tengah kondisi pasar dan ekonomi global yang dinamis, Saratoga mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif. Perusahaan berhasil mencatatkan Net Aset Value (NAV) sebesar Rp 49,4 triliun pada semester I-2024, atau tumbuh 4% secara kuartal (qoq) dibandingkan kuartal I-2024 sebesar Rp 47,5 triliun," kata Direktur Keuangan Saratoga, Lany D Wong dalam keterangannya, Selasa (30/7/2024).
Menurut dia, perolehan NAV ini terutama didukung kinerja positif dan kenaikan harga saham portofolio seperti ADRO dan MDKA, serta pertumbuhan dari portofolio perusahaan non publik.
Emiten berkode saham SRTG tersebut juga berhasil menurunkan hampir separuh dari posisi utang bersih di akhir semester I-2024 menjadi Rp 449 miliar, dibandingkan kuartal I-2024 sebesar Rp 885 miliar. Selain itu, SRTG mampu mempertahankan rasio biaya dan utang tetap pada level yang sehat.
Biaya operasional terhadap NAV dan loan to value masing-masing sebesar 0,6% dan 0,7% dari sebelumnya 0,5% dan 1,1% di semester I-2023. “Hal ini mencerminkan bahwa portofolio investasi kami memiliki kinerja yang solid serta keberhasilan manajemen dalam mengeksekusi setiap strategi investasi secara optimal,” ujar Lany.
SRTG juga mencatatkan arus kas yang solid sepanjang semester I-2024, yaitu sebesar Rp 2,5 triliun dari dividen dan monetisasi portofolio investasi perusahaan. Melalui dukungan arus kas yang kuat, perusahaan juga secara aktif terus mengoptimalkan peluang investasi di sektor-sektor strategis yang memiliki prospek pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Akuisisi & Investasi
Direktur Investasi Saratoga (SRTG), Devin Wirawan menjelaskan bahwa salah satu investasi penting perusahaan selama semester I-2024 dilakukan di sektor kesehatan lewat akuisisi mayoritas saham Brawijaya Healthcare (Brawijaya), sebuah jaringan rumah sakit umum terkemuka di Indonesia.
“Kami meyakini Brawijaya memiliki fundamental kuat untuk terus bertumbuh dan memperluas jaringan rumah sakitnya di Indonesia. Saat ini, Brawijaya telah memiliki dan mengoperasikan lima rumah sakit dan dua klinik yang tersebar di wiliayah Jakarta, Depok, Bandung, dan Tangerang,” ungkap Devin.
Selain sektor kesehatan, SRTG akan terus mengembangkan investasinya pada infrastruktur digital seperti Bersama Digital Data Centres (BDDC) yang sudah menjadi bagian dari portofolio SRTG.
BDDC merupakan penyedia pusat data dalam kota (intown data center) dengan interkonektivitas dan sistem digital terintegrasi. BDDC baru saja meresmikan pusat data (data center) yang kedua yakni JST1 di Jakarta Timur. JST1 merupakan fasilitas data center dengan standar tier IV yang dapat menampung 1.008 rak dalam 8 lantai ruang data.
Menurut Devin, potensi sektor infrastruktur digital di Indonesia masih sangat besar. SRTG akan terus mengoptimalkan setiap peluang dan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi pada sektor-sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara, salah satunya dengan memperkuat investasi portofolio yang sudah ada dan meningkatkan investasi pada perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Devin.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #srtg #saratoga #saham-srtg #edwin-soeryadjaya #sandiaga-uno #adro #mdka #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368612/kerugian-emiten-edwin-soeryadjaya-dan-sandiaga-uno-srtg-susut-96