Rugi GOTO Susut 61 Persen jadi Rp 2,8 Triliun pada Semester I 2024
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penurunan rugi periode berjalan sebesar 61 persen menjadi Rp 2,8 triliun Halaman all
(Kompas.com) 30/07/24 20:43 12683589
JAKARTA, KOMPAS.com - PT GoToGojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penurunan rugi periode berjalan sebesar 61 persen menjadi Rp 2,8 triliun pada semester I-2024 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 7,2 triliun.
Adapun nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) grup sebesar Rp 256,37 triliun per Juni 2024 atau turun 12 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 292,56 triliun.
Pendapatan bruto GOTO pada semester I-2024 sebesar Rp 9,71 triliun atau turun 18 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, yakni Rp 11,81 triliun.
Pada semester I-2024, pendapatan bersih GOTO tercatat sebesar Rp 7,73 triliun atau meningkat 12 persen dibandingkan periode sama tahun 2023 sebesar Rp 6,88 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo, menjelaskan, percepatan pertumbuhan di kuartal kedua kembali menegaskan tepatnya strategi untuk fokus pada konsumen mass market.
“Kami akan terus memberikan solusi bagi seluruh konsumen kami, baik yang membutuhkan kenyamanan maupun mementingkan harga,” kata Patrick dalam siaran pers, Selasa (30/7/2024).
Dia mengatakan, langkah tersebut akan terus menjadi landasan pertumbuhan perseroan, seiring dengan upaya kami meningkatkan topline serta terus berkomitmen mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan tahun buku 2024.
Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menjelaskan, pada kuartal II 2024, GoTo mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang pesat dengan GTV inti grup mencapai Rp 63,2 triliun, tumbuh 54 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendapatan bruto grup meningkat 39 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
“Sejak awal tahun, jumlah pelanggan Gojek Plus tumbuh dua kali lipat, di saat yang sama adopsi aplikasi GoPay dan produk pinjaman Perseroan juga terus meluas,” jelas Jacky.
SHUTTERSTOCK/SUKARMAN Ilustrasi ojek online Gojek.Hal tersebut, disertai dengan langkah strategis menyasar mass market, mendorong peningkatan jumlah pengguna bertransaksi bulanan (monthly transacting user) Grup GoTo sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada kuartal kedua 2024.
“Pertumbuhan ini tercapai, seiring pengurangan beban usaha dan perbaikan EBITDA yang disesuaikan yang dilaporkan secara year-on-year untuk delapan kuartal secara berturut-turut,” ungkapnya.
“Dengan situasi tersebut, kami meyakini bahwa GOTO berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh sekaligus terus berkomitmen mencapai target profitabilitas,” tegasnya.
Unit Bisnis Financial Technology GoTo mencatat pertumbuhan GTV Inti sebesar 65 persen (yoy).
Aplikasi GoPay kini telah diunduh sebanyak lebih dari 30 juta kali secara kumulatif, sedangkan nilai pinjaman yang disalurkan meningkat sekitar 3,5 kali lipat pada kuartal kedua dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rugi juga terus berkurang dan unit bisnis Financial Technology berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan4 positif pada akhir tahun 2025, bergantung pada kondisi makroekonomi yang stabil.
Bisnis On-Demand Services didorong peningkatan penggunaan opsi layanan transportasi dan pengantaran. Hal tersebut dinilai merupakan kunci strategi mass market yang menjadi fokus perseroan.
Meningkatnya adopsi layanan untuk mass market serta layanan berlangganan, juga diharapkan turut mendorong pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.