Laba Operasional Samsung Meroket 1.458% Didorong Permintaan AI
Laba operasional kuartal II-2024 Samsung Electronics meroket 1.458%, melebihi perkiraan pasar. - Halaman all
(InvestorID) 31/07/24 11:38 12732697
SEOUL, investor.id – Laba operasional kuartal II-2024 Samsung Electronics meroket 1.458%, melebihi perkiraan pasar. Permintaan untuk chip memori canggihnya yang penting untuk pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) tetap kuat.
Berikut adalah hasil kuartal II-2024 Samsung versus estimasi rata-rata analis menurut LSEG.
Pendapatan: 74,07 triliun won Korea (sekitar US$ 53,45 miliar) vs. 73,74 triliun won Korea.
Laba operasi: 10,44 triliun won Korea vs 9,53 triliun won Korea.
Pendapatan Samsung untuk kuartal yang berakhir pada Juni 2024 melonjak 23,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba operasi melonjak 1.458,2%.
Chip memori bandwidth tinggi sangat penting untuk chip AI, yang telah mengalami permintaan besar yang dimungkinkan oleh ledakan AI. Hal ini sebagian besar menguntungkan perusahaan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, dua pembuat chip memori teratas di dunia.
“Dengan harga jual rata-rata memori yang diharapkan akan terus meningkat selama beberapa kuartal berikutnya, kami memperkirakan pertumbuhan laba berurutan triwulanan untuk Samsung Electronics hingga 2025,” kata CLSA dalam sebuah laporan awal bulan ini, Rabu (31/7/2024).
“Setelah Nvidia dan pembuat chip global mengumumkan peta jalan semikonduktor AI baru-baru ini, kami memperkirakan tren kenaikan harga memori hingga 1H25,” jelas SK Kim dari Daiwa Capital Markets dalam sebuah laporan bulan lalu.
Bisnis untuk pembuat chip memori terbesar di dunia bangkit kembali karena harga chip memori pulih karena optimisme AI tahun lalu. Raksasa elektronik Korea Selatan (Korsel) itu mengalami rekor kerugian pada 2023, karena industri tersebut terhuyung-huyung dari kemerosotan permintaan chip memori dan elektronik pasca Covid-19.
Samsung dilaporkan telah menyelesaikan pengujian untuk penggunaan chip HBM3 di prosesor Nvidia untuk pasar China. SK Hynix sejauh ini memimpin pasar chip memori HBM, setelah menjadi satu-satunya pemasok chip HBM3 untuk Nvidia.
Counterpoint Research mengatakan Samsung akan melihat "peningkatan yang lebih besar pada kinerja operasionalnya" di semester II-2024, terutama didorong oleh chip memori dan tren "premiumisasi" ponsel pintar.
Dalam upaya terbarunya untuk produk bertenaga AI, Samsung mengumumkan ketersediaan global untuk perangkat Galaxy terbarunya termasuk Galaxy Z Fold6, Z Flip6, Watch Ultra, dan Ring.
"SK Hynix dan Micron akan terus menantang Samsung dalam hal memori baik di segmen AI dengan pertumbuhan HBM maupun di pasar ponsel pintar dan PC AI dengan kerja sama yang erat dan pengoptimalan dengan pemain komputasi utama seperti Qualcomm, Intel, dan Nvidia," ujar Neil Shah, wakil presiden penelitian Counterpoint Research, menurut laporan CNBC internasional, Rabu.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #samsung #samsung-electronics #laba-samsung #permintaan-ai #artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #berita-ekonomi-terkini