Pembunuhan Haniyeh, Eks Komandan Garda Revolusi Iran: Israel akan Bayar Mahal

Pembunuhan Haniyeh, Eks Komandan Garda Revolusi Iran: Israel akan Bayar Mahal

Israel diklaim akan membayar mahal atas serangan mematikan militernya yang menewaskan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran, Rabu, (31/7/2024).

(Bisnis.Com) 31/07/24 13:45 12740879

Bisnis.com, JAKARTA —Israeldiklaim akan membayar mahal atas serangan mematikan militernya yang menewaskan pemimpinHamasIsmail Haniyehdi Teheran, Iran, Rabu, (31/7/2024).

Klaim itu ditegaskan oleh mantan komandan Korps Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezaie. Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Rezaie memperingatkan bahwa Israel akan membayar harga yang mahal atas pembunuhanHaniyeh.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa serangan mematikan terhadapHaniyeholeh militerIsraelterjadi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

DilansirReuters,Haniyehdisebut tinggal di kediaman khusus untuk veteran perang di Teheran bagian utara. Serangan yang menyebabkanHaniyehitu disebut oleh mediaIranterjadi pada dini hari tadi.

"Penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung dan akan segera diumumkan," kata media pemerintahIran.

Sebelumnya, Hamas melaporkan pemimpinnya,Ismail Haniyeh, telah tewas dibunuh di Iran dalam serangan mematikan yang berlangsung pada Rabu (31/7/2024) pagi.

Haniyehseharusnya menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran pada hari Selasa. Namun serangan mendadak telah menewaskan dirinya dan seorang pengawalnya.

“Pagi ini, kediamanIsmail Haniyehdi Teheran diserang, mengakibatkan dia dan salah satu pengawalnya syahid. Penyebabnya sedang diselidiki dan akan segera diumumkan,” kata Garda Revolusi.

Ismail Haniyeh adalah salah satu orang paling diburu oleh otoritasIsrael. Dia telah memimpin Hamas selama beberapa dekade dan terkenal karena semangatnya yang menolak dominasi Israel di Palestina.

Haniyehsendiri tinggal di luar Palestina. Ia juga beberapa kali mengunjungi Iran salah satunya ketika bertemu pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di sela melayat presiden Iran Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan pesawat.

Haniyehmenjadi ujung tombak dari diplomasi internasional Hamas saat perang berkecamuk di Gaza, tempat tiga putranya tewas dalam serangan udaraIsrael. Ketiga putra Haniyeh yakni Hazem, Amir, dan Mohammad tewas pada 10 April 2024 ketika serangan udara Israel menghantam mobil yang mereka kendarai.

Menurut laporan Hamas, Haniyeh juga kehilangan empat cucunya, tiga perempuan dan seorang laki-laki, dalam serangan itu.

Haniyehsebelumnya membantah pernyataan Israel bahwa putra-putranya adalah pejuang Hamas.

"Kepentingan rakyat Palestina didahulukan daripada segalanya,” tegas Haniyeh ketika ditanya apakah pembunuhan anggota keluarganya akan memengaruhi perundingan gencatan senjata.

#ismail-haniyeh #pimpinan-hamas #pemimpin-hamas #ismail-haniyeh-tewas #ismail-haniyeh-tewas-di-iran #teheran #n-a

https://kabar24.bisnis.com/read/20240731/19/1786974/pembunuhan-haniyeh-eks-komandan-garda-revolusi-iran-israel-akan-bayar-mahal