Fosil Langka Ular Berusia 38 Juta Tahun Ungkap Misteri Evolusi Boa

Fosil Langka Ular Berusia 38 Juta Tahun Ungkap Misteri Evolusi Boa

Sangat langka bisa menemukan fosil ular dalam kondisi utuh Halaman all

(Kompas.com) 31/07/24 13:33 12741174

KOMPAS.com - Sekitar 38 juta tahun lalu, tiga ular mati berdempetan di tempat yang sekarang disebut Wyoming, Amerika Serikat.

Selama beberapa dekade, identitas fosil ular tersebut masih menjadi misteri.

Kini, peneliti telah berhasil mengungkapkan bahwa ular tersebut diidentifikasi sebagai spesies baru.

Seperti dikutip dari Live Science, Sabtu (27/7/2024) fosil tersebut ditemukan di Formasi White River pada tahun 1976 dan para peneliti pertama kali mendeskripsikan perilaku berkelompok ular tersebut dalam sebuah penelitian tahun 1986.

Ular tersebut mungkin berkelompok untuk mendapatkan kehangatan dan perlindungan selama musim dingin seperti yang dilakukan ular garter (Thamnophis) zaman modern.

Dalam sebuah studi baru, yang diterbitkan pada tanggal 19 Juni di Zoological Journal of the Linnean Society, para ilmuwan menggunakan pemindaian CT beresolusi tinggi untuk memeriksa fosil-fosil tersebut secara lebih rinci.

Tim peneliti juga menyimpulkan ular-ular tersebut berkerabat dengan ular boa zaman modern dan termasuk dalam spesies yang baru dideskripsikan yang mereka sebut Hibernophis breithaupti.

Hibernophis menggabungkan kata Latin "hibernare," yang berarti "melewati musim dingin," dengan kata Yunani "ophis," yang berarti "ular."

Nama tersebut juga mengacu pada perilaku sosial ular yang tidak biasa.

"Ini benar-benar tidak biasa bagi reptil. Dari hampir 15.000 jenis spesies reptil yang hidup saat ini, tidak ada satu pun yang berhibernasi seperti yang dilakukan ular garter," ungkap Michael Caldwell, seorang paleontologi vertebrata dan ahli biologi evolusi di University of Alberta.

Ular garter yang tersebar di seluruh Amerika Utara berkumpul di sarang komunal antara Oktober dan April. Mereka terkadang menempuh jarak yang jauh hanya untuk berhibernasi secara berkelompok.

Dengan berhibernasi dalam kelompok, ular-ular tersebut tetap hangat saat suhu turun.

"Mereka tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka sehingga mereka perlu menemukan cara untuk menyimpan panas sebanyak mungkin selama musim dingin dan mereka melakukannya dengan membentuk kelompok besar itu," kata Caldwell.

Dan H. breithaupti mungkin berkumpul karena alasan yang sama.

Peneliti juga menduga ular-ular tersebut terperangkap dalam banjir kecil saat berada di sarang musim dingin mereka, sehingga terperangkap dan dengan cepat terbungkus dalam batu lumpur berpasir halus.

Proses tersebut tidak hanya membuat hewan-hewan tersebut tetap bersama dalam satu kelompok tetapi juga mengawetkan kerangka yang lengkap.

Hal ini sangat jarang terjadi pada ular karena mereka terdiri dari ratusan ruas tulang belakang yang mudah terurai.

"Menemukan ular dalam kondisi utuh itu langka," tambah Caldwell.

#ular #fosil #hibernasi #evolusi-boa

https://www.kompas.com/sains/read/2024/07/31/133300823/fosil-langka-ular-berusia-38-juta-tahun-ungkap-misteri-evolusi-boa