Pundi-pundi Alfamidi (MIDI) dan Nasib Gerai Lawson
Midi Utama Indonesia (MIDI) atau Alfamidi mengadakan earnings call membahas kinerja hingga nasib gerai Lawson di Indonesia. - Halaman all
(InvestorID) 31/07/24 13:30 12742998
JAKARTA, investor.id – Emiten pengelola minimarket Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) telah mengadakan earnings call dengan para analis, yang membahas kinerja semester I-2024 hingga nasib gerai Lawson di Indonesia.
Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Reynaldo Mulya mengungkapkan bahwa MIDI merevisi naik target rata-rata pertumbuhan penjualan tiap toko (same store sales growth/SSSG) tahun ini menjadi minimum 8% (yoy) dari semula 6% (yoy).
SSSG emiten milik Djoko Susanto – salah satu orang terkaya di Indonesia – itu direvisi naik karena didorong oleh kuatnya SSSG pada semester I-2024 yang mencapai 9,64% (yoy). “Pertumbuhan SSSG tertinggi sejak 2022 tersebut ditopang oleh pertumbuhan di luar Jawa yang menurut manajemen tumbuh double digit, sedangkan SSSG di Jawa tumbuh single digit,” tulis Reynaldo dalam ulasannya, Rabu (31/7/2024).
MIDI juga mencetak margin laba kotor yang tinggi sebesar 26% pada semester I-2024, yang diyakini bakal bertahan hingga akhir tahun ini. Dengan begitu, target margin laba kotor MIDI sepanjang 2024 mencapai 26%.
Meski tingginya margin laba kotor pada kuartal II-2024 dibantu oleh pergeseran periode festive, manajemen MIDI juga melihat adanya peningkatan yang lebih sustainable dari perubahan product mix. Hal itu didasari oleh tingginya minat konsumen terhadap produk fresh food dan healthcare, dimana kedua produk tersebut memiliki margin laba kotor yang lebih tinggi dibandingkan produk lain.
Pada kesempatan itu, manajemen MIDI atau Alfamidi juga menyampaikan informasi terbaru soal nasib gerai Lawson di Indonesia. Selama kuartal II-2024, Lawson membukukan kerugian sekitar Rp 40 miliar, tidak memburuk sejak kuartal I-2024.
Lawson telah ekspansi di Indonesia selama 2 tahun, sehingga manajemen MIDI akan memasuki periode evaluasi toko. “Jika manajemen menutup toko Lawson yang masih mencatatkan EBITDA dan/atau cash flow negatif pada periode tersebut, hal ini dapat mengurangi kerugian Lawson lebih lanjut,” sebut Reynaldo.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat OW (overweight) untuk sektor ritel. Perusahaan efek itu menyukai ACES karena potensi pertumbuhan laba yang utuh sebesar 13% pada 2024. Perusahaan efek tersebut juga yakin MIDI mampu membukukan kinerja yang solid.
“Kami lebih memilih ACES dan MIDI di sektor ritel,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ACES dengan target harga Rp 1.200. Begitu juga dengan saham MIDI, rekomendasinya beli dengan target harga Rp 500.
Sedangkan rekomendasi saham MAPA juga tetap beli dengan target harga Rp 1.100. Begitu pun dengan saham MAPI, rekomendasinya beli dan target harga Rp 2.200.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #midi #alfamidi #saham-midi #lawson #midi-utama-indonesia #stockbit #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368683/pundipundi-alfamidi-midi-dan-nasib-gerai-lawson