Perapi: Dokter yang Tangani Sedot Lemak Harus Punya Sertifikat Konsil Kedokteran, Bukan dari Kursus

Perapi: Dokter yang Tangani Sedot Lemak Harus Punya Sertifikat Konsil Kedokteran, Bukan dari Kursus

Selain itu, kata Qori, hanya rumah sakit atau klinik utama yang boleh melakukan praktik sedot lemak, bukan klinik pratama. Halaman all

(Kompas.com) 31/07/24 16:08 12756762

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (Perapi) Jabodetabek, Qori Haly, menyebut, praktik sedot lemak hanya dapat dilakukan oleh dokter yang memiliki sertifikat kompetensi dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Hal ini disampaikan Qori merespons kasus selebgram asal Medan berinisial ENS (30) yang tewas usai melakukan operasi sedot lemak di sebuah klinik kecantikan di Depok.

"Kita kembali ke Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 bahwa yang melakukan tindakan bedah adalah dokter spesialis yang mempunyai sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia," kata dia dalam konferensi pers yang digelar oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Rabu (31/7/2024).

Qori bilang, sertifikat kursus estetika tidak dapat dijadikan dasar kompetensi seseorang untuk melakukan praktik sedot lemak.

Selain itu, kata Qori, hanya rumah sakit atau klinik utama yang boleh melakukan praktik sedot lemak, bukan klinik pratama.

"Kalau sertifikat kursus tidak memenuhi syarat sebagai sertifikat kompetensi. Itu untuk keilmuan, dalam pelaksanaannya tidak dilandaskan oleh legalitas. Bukan pengakuan negara atas kompetensi dokter yang mempunyai sertifikat kursus tersebut," kata dia.

Sedianya, lanjut Qori, sedot lemak tidak berbahaya asal dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Oleh karenanya, ia meminta masyarakat yang hendak melakukan tindakan tersebut untuk lebih hati-hati dan teliti dalam memilih fasilitas kesehatan.

"Jadi sedot lemak itu aman asal sesuai dengan prosedur, sesuai dengan penanganan-penanganan komplikasinya. Kemudian juga dilakukan oleh dokter yang kompeten, spesialis yang diakui oleh KKI, dan fasilitas klinik utama yang memenuhi persyaratan," tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, ENS tewas usai menjalani operasi penyedotan lemak bagian lengan tangan di WSJ Clinic, Beji, Kota Depok pada Senin (22/7/2024).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Mary Liziawati menyebut, dokter di WSJ Clinic memiliki sertifikat sejumlah pelatihan estetika.

Hal ini diketahui ketika Dinkes Depok melakukan visitasi atau kunjungan ke WSJ Clinic untuk menindaklanjuti permohonan pengajuan izin operasional klinik tersebut.

"Ketika pengurusan proses perizinan, memang dari pihak klinik itu menyertakan sertifikat pelatihan-pelatihan estetika," ujar Mary saat ditemui Kompas.com, Selasa (30/7/2024).

Mary juga mengungkap, izin operasional yang dikantongi WSJ Clinic bukan klinik khusus kecantikan, melainkan klinik pratama.

Klinik pratama merupakan praktik klinik yang memberikan layanan dasar medis oleh dokter umum.

Adapun izin operasional WSJ Clinic baru terbit pada 19 Juli 2024, atau tiga hari sebelum ENS melakukan operasi sedot lemak di klinik tersebut.

"Izinnya berupa klinik. Jadi, kalau di dalam izin atau sertifikat standar itu tidak disebutkan, klinik kecantikan tidak disebutkan," kata Mary.

"Jadi di dalam izin atau sertifikat standar itu kita cantumkan izinnya berupa klinik pratama," ucapnya.

#selebgram-medan-tewas-usai-sedot-lemak-di-depok #wanita-meninggal-usai-sedot-lemak-di-depok #sedot-lemak-di-klinik-depok

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/31/16084591/perapi-dokter-yang-tangani-sedot-lemak-harus-punya-sertifikat-konsil