Sebelum Dapat Rumah Panggung, Warga Muara Angke Tidur di Tumpukan Kulit Kerang Saat Banjir Rob
Kondisi itu dialami Umiah ketika rumahnya belum direvitalisasi menjadi rumah panggung. Halaman all
(Kompas.com) 01/08/24 07:39 12838344
JAKARTA, KOMPAS.com - Umiah, warga Blok Empang Kerang Hijau, RT 06, RW 22, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, terpaksa tidur di atas tumpukan kulit kerang saat banjir rob datang.
Kondisi itu dialaminya ketika rumahnya belum direvitalisasi menjadi rumah panggung.
"Masih (banjir) tapi agak mendingan, kalau dulu mah tidur di atas kulit kerang," ujar Umiah (45) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Senin (31/7/2024).
Pasalnya, sebagian besar warga Blok Empang berprofesi sebagai nelayan kerang hijau.
Oleh sebab itu, dulunya di lokasi ini banyak sekali kulit kerang hijau berserakan di jalan dan rumah warga.
Bahkan dulu, sebagian besar jalan di Blok Empang ini bukan beralas aspal, melainkan beralaskan kulit kerang hijau yang sudah hancur.
Beruntungnya, kini Umi sudah bisa tidur dengan nyaman karena kediamannya sudah direvitalisasi menjadi rumah panggung oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Universitas Pertahanan (Unhan).
"Tidur enak, buang air besar enak. Dulu, buang air besar di pinggir laut, mana harus lewatin banjir kalau sekarang mah enak," ujar Umi.
Senada dengan Umi, warga lain bernama Sunenti (37) juga merasa sangat nyaman tinggal di rumah panggung.
"Enak lah, enggak banjir lagi, enggak kebocoran lagi. Dulu mah banjir kebocoran, sekarang mah enak udah rapi," kata Sunenti, Senin.
Selain itu, Sunenti juga merasa senang karena akses jalan di lingkungannya kini sudah beraspal meski belum semuanya.
Namun, dengan jalan yang sudah beraspal tersebut, kata Sunenti, aktivitas warga menjadi lebih mudah.
Sebagai informasi, Kemenhan bersama Unhan membangun 200 unit rumah panggung dan apung di kawasan Blok Empang Kerang Hijau, RT 06, RW 22, Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, sebagai salah satu upaya agar warga tidak terkena banjir rob lagi.
Saat ini, proses pembangunan rumah panggung tersebut sudah mencapai 90 persen.
Rencananya, rumah panggung dan apung ini akan diresmikan pada awal Agustus.
Meski masih dalam proses pembangunan, sebagian besar warga sudah diperbolehkan menempati rumah panggung yang sudah jadi.
Bukan hanya rumah panggungnya saja, Kemenhan dan Unhan juga memberikan furnitur lengkap di dalamnya.
Seperti, tiga buah kasur, meja makan, meja belajar, dispenser, hingga dapur mini.
#rumah-apung-di-muara-angke #pembangunan-rumah-apung-muara-angke