Pemicu Lemahnya Laba Bersih Indofood (INDF), Semester II Bagaimana?

Pemicu Lemahnya Laba Bersih Indofood (INDF), Semester II Bagaimana?

Indofood (INDF) mencatatkan laba bersih yang tergolong lemah sebesar Rp 1,4 triliun (-18% yoy, -43% qoq) pada 2Q24. - Halaman all

(InvestorID) 01/08/24 08:25 12839731

JAKARTA, investor.id - Stockbit Sekuritas merilis ulasannya mengenai emiten Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

INDF mencatatkan laba bersih yang tergolong lemah sebesar Rp 1,4 triliun (-18% yoy, -43% qoq) pada 2Q24. Hasil ini membuat laba bersih selama 1H24 turun -31% yoy menjadi Rp 3,9 triliun, hanya setara 40% dari estimasi FY24 Stockbit dan konsensus.

“Lemahnya laba bersih pada 2Q24 kembali disebabkan oleh kerugian kurs seiring nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bertengger di level Rp 16.350 pada penutupan buku 2Q24,” ungkap Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren dikutip Kamis (1/8/2024).

Padahal, secara operasional, laba usaha tumbuh cukup kuat menjadi Rp 11 triliun (+19% yoy) pada 1H24 dan melampaui ekspektasi karena setara 56%/52% dari estimasi FY24 Stockbit/konsensus, lebih tinggi dari historisnya di kisaran 45–50%.

“Secara umum, laba usaha secara tahunan pada 2Q24 dan 1H24 disebabkan oleh pemulihan margin laba kotor seiring normalisasi harga bahan baku gandum. Imbasnya, margin laba kotor INDF meningkat ke level 35% pada 2Q24/1H24, naik sekitar +400 bps yoy,” papar Edy.

Prospek

Edi Chandren menilai prospek INDF pada 2H24 berpotensi lebih baik berkat dua faktor, yakni semakin menurunnya harga gandum, dengan harga rata-rata pada Juli 2024 turun -4% dibandingkan rata-rata pada 2Q24.

Dan juga prospek pulihnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Edi mengungkapkan bahwa kenaikan margin INDF utamanya terlihat pada kinerja segmen consumer branded products di bawah anak usaha utama, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang margin laba usahanya naik hampir +200 bps yoy menjadi 22,4%/23,2% pada 2Q24/1H24.

“Dengan berlanjutnya tren penurunan harga gandum belakangan ini, segmen ICBP berpotensi kembali mengalami ekspansi margin pada 3Q24. Selain margin yang lebih baik, ICBP juga menjadi pendorong pertumbuhan INDF dengan kenaikan pendapatan +9%/7% yoy pada 2Q24/1H24, sehingga dapat mengkompensasi lemahnya pendapatan dari segmen-segmen lain,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #indofood-sukses-makmur #indf #grup-salim #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368775/pemicu-lemahnya-laba-bersih-indofood-indf-semester-ii-bagaimana