Marak Demo Anti-Pariwisata di Spanyol, Bagaimana dengan Bali?
Demo anti-pariwisata di Spanyol memicu rasa khawatir terjadinya penolakan yang sama di Bali, Indonesia. Halaman all
(Kompas.com) 01/08/24 10:02 12850267
JAKARTA, KOMPAS.com - Demo anti-pariwisata di berbagai kota di Spanyol terus terjadi belakangan ini.
Pada awal Juli 2024, demonstran di Barcelona, Spanyol, sengaja menembaki wisatawan dengan pistol air sebagai bentuk protes pariwisata massal.
Teriakkan "wisatawan pulang" dan slogan "Barcelona bukan untuk dijual" juga ditunjukkan ke demonstran saat melakukan aksinya pada Sabtu (6/7/2024).
Dilansir dari CNN, Rabu (31/7/2024), diketahui sebanyak 2.800 demonstran dan 100 organisasi lokal sengaja turun ke jalan, menyuarakan mahalnya biaya hidup di Spanyol.
Sebelumnya, demo tolak anti-pariwisata juga terjadi di Pulau Mallorca, Spanyol, pada Minggu (21/7/2024).
WIKIMEDIA COMMONS/Оливера Playa de Palma (Palma de Mallorca) di Spanyol, surga bagi para penyuka pesta. Sejumlah restoran di sana melarang tamu dengan jersey sepak bola dan pakaian renang untuk mengurangi tamu pemabuk.Jumlah demonstrannya bertambah. Sekitar 50.000 orang turut dalam demonstrasi ini, seperti dilansir CNN Travel, Rabu (31/7/2024).
"Wisatawan, kami mencintaimu ketika kamu tidak membeli tanah kami," dan "Surga Anda adalah mimpi buruk kami," menjadi bunyi slogan yang dibawa demonstran sembari berbaris di kota Palma de Mallorca, yang terletak di pantai selatan pulau tersebut.
Protes ini didasari mahalnya harga rumah bagi masyarakat lokal dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat pariwisata massal.
Protes di Mallorca ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi kembali dan mengelola pariwisata dengan lebih berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan.
- Pantai di Spanyol Ini Larang Wisatawan Menguasai Tempat, Awas Bisa Didenda
- Desa Wisata di Spanyol Binibeca Vell Terancam Ditutup Akibat Lonjakan Jumlah Wisatawan
View this post on Instagram
Bagaimana dengan Bali?
Desa Penglipuran Bali siap menyambut para delegasi KTT G20.Demo anti-pariwisata di Spanyol memicu rasa khawatir terjadinya penolakan yang sama di Bali, Indonesia.
Bali menjadi destinasi unggulan Indonesia yang dituju tak hanya wisatawan nusantara (wisnus), tapi juga wisatawan mancanegara (wisman).
Baru-baru ini, isu wisman nakal di Bali juga kian terdengar. Aktivitas wisman dinilai mengganggu masyarakat lokal.
Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, penolakan pariwisata seperti di Spanyol, sangat mungkin terjadi di Bali.
"Mungkin banget. Waktu kunjungan UN Tourism ke Barcelona, saya bicara dengan menteri pariwisata di Spanyol dan hal ini memang dirasakan oleh sekelompok masyarakat," kata Sandiaga kepada media media usai Weekly Press Briefing di Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).
Sekelompok masyarakat di Spanyol, kata Sandiaga, merasakan kenaikan biaya hidup yang meningkat tajam.
- Spanyol Akan Larang Penerbangan Jarak Pendek karena Alasan Ini
- Kemenparekraf Tegaskan Bali Belum Overtourism, tapi...
Kompas.com/Krisda Tiofani Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno usai Weekly Brief with Sandi Uno, Senin (29/7/2024).Alasannya, penggunaan layanan akomodasi yang sama seperti warga lokal sehingga harga sewanya pun kian mahal.
"Sayangnya, pemerintah (di Spanyol), belum bisa memberikan solusi," tambah dia.
Meski dinilai aksi protes yang sama bisa saja terjadi di Bali, tetapi ada perbedaan perlakuan wisman di Spanyol dan Bali.
Sandiaga menuturkan, wisman di Bali dianggap menggangu karena perilakunya, yang sejauh ini, tidak berdampak pada kenaikan biaya hidup masyarakat Bali.
"Kalau di Bali sendiri, kita harus mulai mengantisipasi. Jangan sampai wisatawan yang datang bukan hanya berperilaku tidak sesuai norma, tetapi juga mendongkrak biaya sewa tempat dan makan," jelas dia.
View this post on Instagram
#menteri-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-sandiaga-uno #wisata-barcelona #tempat-wisata-di-barcelona #overtourism-di-bali #demo-anti-pariwisata-di-barcelona #demo-anti-pariwisata-di-spanyol