Berkat Strategi Ini, Impack Pratama (IMPC) Mampu Bukukan Kenaikan Laba 11,3%

Berkat Strategi Ini, Impack Pratama (IMPC) Mampu Bukukan Kenaikan Laba 11,3%

Impack Pratama Industri (IMPC) telah mengembangkan strategi yang inovatif untuk memastikan kinerja positif, terlihat dari kinerja perseroan - Halaman all

(InvestorID) 01/08/24 09:59 12851525

JAKARTA, investor.id - Dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) telah mengembangkan strategi yang inovatif untuk memastikan kinerja positif. Hal itu terlihat dari kinerja semester I-2024, perseroan mencatat kenaikan laba bersih sebesar 11,3% menjadi Rp 325 miliar.

Direktur Utama IMPC Haryanto Tjiptodihardjo mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS dan daya beli konsumen. "Daya beli konsumen adalah faktor yang tidak dapat kami kendalikan. Namun, Impack selalu berupaya melakukan diversifikasi produk melalui inovasi yang terjangkau," jelasnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (31/7/24).

Selain diversifikasi, Haryanto mengatakan, IMPC juga aktif mencari peluang pertumbuhan melalui akuisisi non-organik. Baru-baru ini, perusahaan menyelesaikan akuisisi Mulford Holdings Pty Ltd, distributor ternama signage, lembaran plastik, dan fabrikasi di Australia dan New Zealand. Dengan akuisisi ini, IMPC berkomitmen meningkatkan efisiensi operasional Mulford Holdings selama lima tahun ke depan.

"Kami yakin sinergi ini akan mendorong pertumbuhan laba bersih perusahaan dan devisa ekspor ke Australia dan Selandia Baru," tambah Haryanto sembari menambahkan dari akusisi tersebut perseroan diperkirakan akan mendapatkan penambahkan pendapatan sebesar Rp 400 miliar untuk tahun fiskal ini.

Sementara itu, hingga semester pertama 2024, IMPC mencatat pendapatan sebesar Rp 1,43 triliun, tumbuh 3,2% dari Rp 1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor perusahaan naik 5,7% dari Rp 562 miliar di semester pertama 2023 menjadi Rp 594 miliar di Semester pertama 2024, dengan margin laba kotor meningkat dari 40,4% menjadi 41,4%. Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga bahan baku dan efisiensi operasional.

Laba Usaha 

Laba usaha IMPC pada semester I-2024 mencapai Rp 361 miliar, naik 11,3% YoY dari Rp 325 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba usaha juga meningkat dari 23,4% menjadi 25,2%.

Pada kuartal II-2024, IMPC mencatat laba bersih sebesar Rp 118 miliar, meningkat 28,6% dari Rp 92 miliar pada Kuartal II-2023. Laba bersih tumbuh 25,4% YoY dari Rp 213 miliar di semester I-2023 menjadi Rp 267 miliar di semester pertama 2024. Sejalan dengan kenaikan margin laba kotor, margin laba bersih juga meningkat dari 15,3% menjadi 18,6%.

Perseroan mencatat pertumbuhan EBITDA yang konsisten pada semester pertama 2024, mencapai Rp 420 miliar, naik 10,3% YoY dari Rp 380 miliar di 1H23. Margin EBITDA meningkat dari 27,4% menjadi 29,3%.

Rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat dari 23,6x di 1H23 menjadi 26,9x di 1H24. Sementara itu, rasio utang terhadap EBITDA meningkat dari 1,5x menjadi 2,8x, sebagian besar disebabkan oleh pendanaan akuisisi.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #impc #impack-pratama-industri #kinerja-keuangan-impc #laba-impc #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368788/berkat-strategi-ini-impack-pratama-impc-mampu-bukukan-kenaikan-laba-113