Laba Harita Nickel (NCKL) Lampaui Ekspektasi, Kok Bisa?

Laba Harita Nickel (NCKL) Lampaui Ekspektasi, Kok Bisa?

Harita Nickel (NCKL) atau PT Trimegah Bangun Persada Tbk mencatatkan laba bersih yang melampaui ekspektasi. Ini pemicunya... - Halaman all

(InvestorID) 01/08/24 11:30 12857134

JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun pada kuartal II-2024, melejit 80% qoq atau melonjak 31% yoy. Dengan demikian, laba bersih Harita Nickel sepanjang semester I-2024 mencapai Rp 2,8 triliun atau naik 2% yoy.

“Pencapaian itu melampaui ekspektasi karena setara 54% dari estimasi konsensus 2024,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani dalam ulasannya, Kamis (1/8/2024).

Menurut dia, pertumbuhan laba bersih Harita Nickel pada semester I-2024 lebih tinggi dari ekspektasi karena ditopang oleh dua faktor. Pertama, laba entitas asosiasi lebih tinggi dari ekspektasi. Kedua, penurunan beban pajak sebesar 24% yoy.

Kinerja operasional emiten berkode saham NCKL tersebut pada semester I-2024 juga sesuai ekspektasi, dengan pendapatan dan laba usaha masing-masing setara 49% dan 51% dari ekspektasi konsensus 2024.

Secara kuartalan, pertumbuhan laba bersih NCKL pada kuartal II-2024 didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 12,2% qoq. Pertumbuhan itu diperkirakan terjadi karena kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), seiring kenaikan harga nikel sebesar 10,8% qoq.

“Selain itu, laba bersih NCKL juga ditopang oleh pertumbuhan laba dari entitas asosiasi sebesar 136,8% qoq. Dari sisi beban, beban pokok pendapatan tumbuh moderat sebesar 3,4% qoq, sedangkan beban usaha turun 7,9% qoq,” jelas Hendriko.

Pertumbuhan laba entitas asosiasi yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi ditopang oleh pertumbuhan laba dari PT Halmahera Persada Lygend menjadi Rp 660 miliar, melesat 125% qoq atau melejit 52,3% yoy. Sementara itu, entitas asosiasi lainnya mencatatkan penurunan kerugian dari Rp 16 miliar per kuartal I-2024 dan kuartal II-2023 menjadi Rp 4 miliar.

Sesuai rencana, manajemen Harita Nickel (NCKL) akan mengadakan earnings call pada 1 Agustus 2024. “Kami akan berfokus pada kinerja operasional dan prospek kinerja pada semester II-2024, terutama di tengah penurunan kembali harga nikel,” sebut dia.

Aksi Korporasi 

NCKL berencana untuk memperbesar kapasitas produksi melalui akuisisi tambang-tambang nikel. Perseroan optimistis industri nikel masih prospektif.

NCKL akan menggunakan dana hasil rights issue untuk memuluskan rencana akuisisi tersebut. Perseroan siap menerbitkan saham baru maksimal 18,92 miliar saham (30%) atau minimal 6,3 miliar saham (10%).

Direktur Utama Harita Nickel (NCKL), Roy Arman Arfandy mengatakan, pihaknya mengincar tambang nikel di Pulau Obi, Maluku Utara. Namun, dia belum bersedia mengungkapkan lebih rinci. “Kami fokusnya tetap di Pulau Obi. Karena semua fasilitas dan infrastruktur kami ada di sana dan itu yang akan kami maksimalkan,” kata dia, baru-baru ini.

Secara industri, Roy menjelaskan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi kondisi oversupply nikel akibat peningkatan produksi, khususnya di Indonesia. Namun, situasi ini tidak sepenuhnya negatif. “Setelah beberapa kali bertemu dengan analis dan perusahaan sekuritas dari luar negeri, mereka menyampaikan bahwa kondisi oversupply ternyata tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya," tutur dia.

Adapun industri pengguna terbesar feronikel, yaitu stainless steel, menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Pada tahun lalu, pertumbuhan industri stainless steel di China mencapai 8%, jauh di atas estimasi pasar. “Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap nikel tetap kuat, meski ada peningkatan produksi,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #nckl #harita-nickel #laba-nckl #saham-nckl #trimegah-bangun-persada #stockbit #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368799/laba-harita-nickel-nckl-lampaui-ekspektasi-kok-bisa