Pekerja ByteDance Singapura Keracunan Makanan Massal
Kantor ByteDance, pemilik TikTok, di Singapura dilanda keracunan makanan massal yang memengaruhi 130 orang. - Halaman all
(InvestorID) 01/08/24 11:54 12862913
SINGAPURA, investor.id – Kantor ByteDance, pemilik TikTok, di Singapura dilanda keracunan makanan massal dengan 130 orang terdampak, menurut otoritas setempat.
Lewat pernyataan bersama pada Rabu (31/7/2024), Badan Pangan Singapura (SFA) dan Kementerian Kesehatan negara tersebut mengatakan 17 orang dirawat di rumah sakit sudah dalam kondisi stabil. Hingga berita ini ditayangkan pada Kamis (1/8/2024), sebagian orang lagi telah menjalani perawatan rawat jalan, mengobati diri sendiri, atau pulih tanpa perawatan.
Menurut otoritas tersebut, orang-orang yang terkena dampak telah mengonsumsi makanan yang disediakan untuk kantor di One Raffles Quay Singapura oleh pemasok lokal Yun Hai Yao dan Pu Tien Services. SFA menangguhkan keduanya hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Pemegang lisensi harus membuang semua makanan siap saji dan makanan yang mudah rusak, serta membersihkan dan mensanitasi tempat tersebut. Staf penanganan makanan dan petugas kebersihan makanan harus menghadiri kembali dan lulus kursus sertifikasi, tambah SFA.
Menurut laporan dari surat kabar lokal The Straits Times, Pasukan Pertahanan Sipil Singapura telah mengirim personel, ambulans, mobil pemadam kebakaran, hingga kendaraan dekontaminasi massal ke lokasi kantor pada Selasa (30/7/2024) setelah menerima panggilan untuk bantuan medis.
"Kami sedang menyelidiki masalah ini dan bekerja sama dengan otoritas terkait terkait hal ini," ungkap juru bicara ByteDance seperti dikutip CNBC internasional lewat pernyataan surel. Pihaknya menambahkan, perusahaan telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
"(Perusahaan) mengambil langkah segera untuk mendukung semua karyawan yang terdampak, termasuk bekerja sama dengan layanan darurat untuk memberikan perawatan," tegasnya.
Orang-orang yang terdampak itu mengalami gejala sakit perut dan muntah. Sebagian besar dari mereka dirawat oleh paramedis SCDF di gedung kantor yang terletak di distrik bisnis Singapura, menurut laporan The Straits Times.
ByteDance dilaporkan mengonfirmasi pihaknya telah mengetahui karyawan di kantor One Raffles Quay jatuh sakit setelah mengunjungi "kantin" di gedung tersebut. Bagian prasmanan di kantin "ditutup hingga investigasi selesai", lapor CNA.
Menurut situs web resmi TikTok, Singapura adalah salah satu kantor pusatnya dan CEO ByteDance Shou Zi Chew adalah warga negara Singapura generasi ketiga.
TikTok, platform berbagi video pendek, telah diawasi ketat di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir karena kekhawatiran tentang kepemilikannya dan hubungannya dengan China.
Pemerintah AS mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) pada April 2024 yang berupaya memaksa pemilik aplikasi China untuk menjualnya atau menghadapi larangan. TikTok kini menggugat pemerintah AS untuk menghentikan penegakan RUU tersebut dengan alasan RUU tersebut melanggar hukum.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bytedance #tiktok #keracunan-makanan #singapura #karyawan-bytedance-keracunan-makanan #keracunan-makanan-massal #sfa #one-raffles-quay #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/368802/pekerja-bytedance-singapura-keracunan-makanan-massal