Esta Indonesia (NEST) Pede IPO di Rp 200, Begini Perhitungannya

Esta Indonesia (NEST) Pede IPO di Rp 200, Begini Perhitungannya

Esta Indonesia (NEST) menggelar IPO pada 1-6 Agustus 2024. - Halaman all

(InvestorID) 01/08/24 11:52 12862915

JAKARTA, investor.id - PT Esta Indonesia Tbk (NEST) menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 822,5 juta (20%) saham. Perseroan mematok harga penawaran umum Rp 200/saham sehingga nilai keseluruhan IPO ini Rp 164,5 miliar.

Harga IPO yang dipatok ada di batas atas saat penawaran awal (bookbuilding) pada 22-24 Juli 2024 dengan rentang harga Rp 160-200.

Masa penawaran umum berlangsung pada 1-6 Agustus 2024 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah KGI Sekuritas.

Manajemen Esta Indonesia dalam prospektus menjelaskan saat penawaran awal, jumlah pemesanan berdasarkan lembar terbanyak (tanpa mempertimbangkan faktor kumulatif) adalah pemesanan pada harga Rp 200 setiap saham dengan sekitar 91,30% dari jumlah pemesanan efek yang masuk pada masa penawaran awal.

Selanjutnya, terang manajemen, berdasarkan kesepakatan antara perseroan dan penjamin pelaksana emisi efek diputuskan untuk menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp 200 setiap saham, di mana harga tersebut di luar kurva permintaan penawaran awal yang dihasilkan oleh sistem penawaran umum elektronik.

Selain itu, perseroan juga mempertimbangkan berbagai faktor lainnya dalam penetapan harga penawaran salah satunya kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja rasio perseroan yaitu price earnings ratio (PER) dan price to book value (PBV) dibandingkan dengan rata-rata PER dan PBV dari sektor consumer non- cyclicals sebagai berikut:

Perseroan juga mempertimbangkan:

- Kinerja keuangan perseroan;

- Data dan informasi mengenai perseroan, kinerja, sejarah, serta prospek usaha perseroan;

- Penilaian terhadap direksi dan manajemen, operasi atau kinerja perseroan baik di masa lampau maupun pada saat ini, serta prospek usaha dan prospek pendapatan perseroan di masa mendatang:

- Status dari perkembangan terakhir perseroan;

- Faktor-faktor di atas dalam kaitannya dengan penentuan nilai pasar dan berbagai metode penilaian untuk beberapa perusahaan yang bergerak di bidang sejenis dengan perseroan;

- Mempertimbangkan kinerja saham di pasar sekunder; dan

- Rasio yang dapat menggambarkan kondisi perseroan dibandingkan dengan rasio yang dimiliki oleh saham perusahaan tercatat yang berada pada sektor industri yang sama dengan perseroan.Rasio dimaksud antara lain PBV dan PER.

Sarang Burung Walet

Esta Indonesia (NEST) telah berdiri selama lebih dari 24 tahun dan telah berpengalaman memproduksi sarang burung walet kualitas terbaik ke seluruh dunia. Perseroan didirikan pada tahun 2000 sebagai bisnis keluarga. Perseroan memiliki pabrik yang beralamat di Terboyo Industrial Park, Semarang dengan dukungan profesional-profesional muda bersemangat juang tinggi.

Perseroan telah memiliki 9 rumah burung walet sendiri dan ke depannya akan terus menambah jumlahnya khususnya di kawasan timur Indonesia. Perseroan juga sangat berpengalaman dalam usaha budidaya burung walet dan telah berhasil menyediakan teknologi budidaya untuk para peternak walet.

Pengendali

Pemegang saham Esta Indonesia (NEST) sebelum IPO terdiri dari Hoo, Anton Siswanto sejumlah 99,91% saham dan Djoko Hartanto 0,09% saham.

Pengendali perseroan adalah Hoo, Anton Siswanto yang juga menjabat sebagai direktur utama perseroan.

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO saham etelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan Esta Indonesia (NEST) untuk:

1. Sekitar 7,47% akan digunakan oleh perseroan untuk belanja modal berupa pembelian 6 bidang tanah dan bangunan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh perseroan sebagai rumah sarang burung walet yang berlokasi di Poso, Sulawesi Tengah yang dimiliki oleh pihak afiliasi, yakni Hoo, Anton Siswanto selaku direktur utama dan pemegang saham pengendali perseroan.

2. Sekitar 18,67% akan digunakan oleh perseroan untuk penyetoran modal kepada entitas anak, yaitu PT Tunas Esta Indonesia (TEI), yang selanjutnya akan digunakan oleh TEI sebagai belanja modal berupa pembelian 6 bidang tanah dan bangunan yang menjadi satu kesatuan, yang mana sebuah bangunan tersebut akan digunakan sebagai kantor operasional TEI dan sekaligus pabrik dengan estimasi kapasitas produksi sebesar 35 ton per tahun dan terletak pada 1 area yang sama.

3. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan perseroan di mana modal kerja digunakan di antaranya untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji, pembelian alat dan bahan pendukung kegiatan operasional, serta untuk membiayai kegiatan operasional.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ipo #esta-indonesia #nest #sarang-burung-walet #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/368800/esta-indonesia-nest-pedeipo-di-rp-200-begini-perhitungannya