2 Balita Dianiaya di Cilincing, Orangtuanya Akan Datangi Polres Jakut
Orangtua kandung dari RC (4) dan MFW (2), dua balita yang dianiaya orangtua asuhnya di Cilincing, bakal datang ke Polres Metro Jakut. Halaman all
(Kompas.com) 01/08/24 13:35 12874184
JAKARTA, KOMPAS.com - Orangtua kandung dari RC (4) dan MFW (2), dua balita yang dianiaya hingga kritis oleh orangtua asuhnya di Cilincing, bakal datang ke Polres Metro Jakarta Utara hari ini, Kamis (1/8/2024).
"Memang ada agendanya mau datang (hari ini)," kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Utara AKP Girhat Sijabat saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (1/8/2024).
Namun, hingga berita ini tulis pada pukul 12.54 WIB, orangtua dua balita itu belum juga sampai di Polres Metro Jakarta Utara.
Jabat juga belum mengetahui kapan tepatnya orangtua RC dan MFW akan tiba di Polres Metro Jakarta Utara.
"Kalau nanti datang, kami infokan. Soalnya dari jauh sana, kita belum tahu sampainya jam berapa," kata Jabat.
Pasalnya, kedua orangtua RC dan MFW tidak tinggal di Jakarta, melainkan di Solo dan Papua.
Jabat mengatakan, orangtua RC dan MFW akan dimintai keterangan lebih lanjut berkait kasus penganiayaan buah hatinya.
"Kita pertanyakan lagi apa yang harus dipertanyakan, kita mintai keterangan juga," ucap Jabat.
Jabat berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut terkait kehadiran orangtua dua balita tersebut ke Polres Jakarta Utara kepada awak media ke depannya.
Sebagai informasi, RC dan MFW dianiaya oleh orangtua asuhnya, yakni AAT (32) dan TAS (21).
AAT dan TAS tega mengniaya RC dan MFW karena merasa kesal akibat orangtua kandung dua balita tersebut belum mengirimkan uang biaya hidup.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Utara, Kombes (Pol) Gidion Arif Setyawan, menerangkan orangtua korban mulai menitipkan anaknya kepada tersangka sejak Juni 2024.
Penganiayaan terhadap MFW dan AT dilakukan sejak 21 Juli 2024 menggunakan beberapa jenis benda tumpul, antara lain penggaris besi, ikat pinggang, dan palu.
\'\'Akibat penganiayaan tersebut, korban yang masih balita menderita luka di bagian paha, kepala, dan beberapa bagian tubuh lainnya," ucap Gidion.
Akibat penganiayaan, MFW kini dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Polri Kramatjati.
MFW masuk ruang ICU karena kondisinya kritis akibat luka di bagian kepala. Sedangkan RC menderita luka berat di beberapa bagian tubuhnya dan dirawat di kamar inap.
"Jadi yang paling parah itu anak MFW kondisinya kritis. Kalau anak RC, luka berat juga, tetapi dalam keadaan sadar," imbuh Gidion.
#penganiayaan-anak #dua-balita-di-cilincing-dianiaya #dua-balita-dianiaya-orangtua-asuh-di-cilincing