Laba Adira Finance (ADMF) Tertahan Beban Bunga dan Provisi, Begini Kondisinya

Laba Adira Finance (ADMF) Tertahan Beban Bunga dan Provisi, Begini Kondisinya

Laba bersih Adira Finance (ADMF) turun 6,50% menjadi Rp 765,19 miliar pada semester I-2024. - Halaman all

(InvestorID) 01/08/24 23:00 12926701

JAKARTA, investor.id – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance mencatat penurunan laba bersih 6,50% year on year (yoy) menjadi Rp 765,19 miliar pada semester I-2024. Pergerakan beban bunga dan biaya provisi jadi biang kerok.

Berdasarkan laporan keuangan pada semester I-2024, sebenarnya leasing dengan branding Adira Finance ini masih berhasil memupuk total pendapatan sampai dengan Rp 5,00 triliun. Sebagai perbandingan, angka tersebut naik 10,67% dari Rp 4,52 triliun pada periode sama tahun lalu.

Peningkatan pendapatan ini disokong pembiayaan baru mencapai Rp 20 triliun, meski bergerak menurun 2% (yoy). Sedangkan piutang pembiayaan yang dikelola (termasuk pembiayaan bersama) tetap tangguh bertumbuh 15% (yoy) menjadi Rp 58,4 triliun.

Di sisi lain, perusahaan mencatat mencatat total beban Rp 4,04 triliun atau melonjak 16,31% (yoy) sepanjang paruh pertama tahun ini. Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Kukuh Mendrofa menerangkan, salah satunya penyebab peningkatan beban ini adalah pada pos beban bunga.

“Peningkatan pada beban disebabkan naiknya biaya pendanaan perusahaan seiring dengan peningkatan suku bunga,” jelas Gani dalam keterangannya, Kamis (1/8/2024) malam.

Sebagai gambaran, beban bunga emiten multifinance bersandi ADMF ini melambung sampai dengan 38,97% (yoy) pada semester I-2024. Pos ini meningkat dari nominal Rp 445,75 miliar menjadi Rp 619,48 miliar.

Bukan cuma itu saja, biaya provisi yang digelontorkan Adira Finance juga meningkat signifikan 51,63% (yoy) menjadi Rp 1,22 triliun, dari sebelumnya Rp 807,78 miliar. Peningkatan biaya provisi tersebut dikontribusikan baik untuk pembiayaan konsumen, pembiayaan murabahah, maupun sewa pembiayaan.

Hal ini mesti dilakukan perusahaan untuk memastikan kualitas asetnya tetap dalam rentang yang baik. Adapun tngkat kredit macet (non performing financing/NPF) tercatat naik dari posisi 0,24% menjadi 0,73% di akhir Juni 2024.

Return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perusahaan masing-masing tercatat menjadi sebesar 6,1% dan 14,2% di semester I-2024,” jelas Gani.

Strategi ADMF

Presiden Direktur Adira Finance, I Dewa Made Susila menerangkan, ekonomi global saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk ekspektasi suku bunga yang tinggi untuk periode yang lebih lama (higher for longer), tekanan inflasi, volatilitas harga komoditas, dan risiko geopolitik.

Sementara di tengah stagnasi ekonomi global, perekonomian domestik pada pertengahan tahun 2024 juga dihadapkan pada tantangan yang ditandai dengan penurunan permintaan akibat peningkatan harga khususnya kebutuhan pokok, pelemahan kinerja manufaktur, dan pelemahan nilai tukar.

Sama halnya dengan kondisi ekonomi domestik, industri otomotif dihadapkan dengan tantangan dimana penjualan ritel mobil baru mengalami penurunan sebesar 15% (yoy) menjadi 432 ribu unit selama semester I-2024. Sedangkan penjualan sepeda motor baru relatif stabil yaitu sebesar 3 juta unit. Hal tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang relatif menurun, suku bunga yang masih tinggi, serta depresiasi nilai tukar Rupiah.

“Adira Finance akan terus menerapkan berbagai inisiatif strategi untuk mendorong kinerja bisnis di tengah tantangan yang terjadi saat ini,” beber Made.

Salah satu upaya yang dimaksud yaitu terus mengembangkan bisnis non-otomotif seperti pinjaman multiguna. Sepanjang semester I-2024, perusahaan mencatat pertumbuhan pembiayaan baru di segmen non-otomotif sebesar 21% (yoy), mencapai Rp 4,6 triliun. Pembiayaan multiguna berkontribusi terbesar dalam pembiayaan non-otomotif perusahaan.

Selain itu, perusahaan memacu pembiayaan baru di segmen syariah. Segmen ini membukukan pembiayaan mencapai sebesar Rp 4,3 triliun atau mewakili 22% dari total pembiayaan baru. Untuk itu, perusahaan akan terus melakukan kegiatan pemasaran, ekspansi dari kanal-kanal penjualan di komunitas syariah, serta memaksimalkan penjualan produk syariah khususnya non-otomotif seperti produk AMANAH (Adira Multi Dana Syariah).

Di sisi lain, sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi bersih di Indonesia, Adira Finance menyediakan pembiayaan untuk kendaraan listrik (EV), mencakup sepeda motor dan mobil, melalui kerja sama dengan berbagai merek dan dealer kendaraan listrik. Sepanjang semester I-2024, pembiayaan kendaraan listrik Adira Finance meningkat signifikan, mencapai Rp 178 miliar.

Untuk dapat terus meningkatkan penyaluran pembiayaan, Adira Finance memperluas jaringan bisnisnya secara selektif di wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi. Hingga 30 Juni 2024, terdapat 476 jaringan bisnis di seluruh Indonesia, termasuk cabang syariah. Dari sisi digital, perusahaan terus mengoptimalkan penjualan melalui platform digital seperti Adiraku, momobil.id, momotor.id, dan dicicilaja.com.

Dari aspek pendanaan, ADMF terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan baik melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induknya, Bank Danamon, serta memperoleh pinjaman eksternal dari bank (baik bank dalam negeri maupun luar negeri) dan pasar modal (obligasi lokal dan sukuk mudharabah). Per posisi Juni 2024, pembiayaan bersama mewakili 47% dari piutang yang dikelola.

Sementara itu, total pinjaman perusahaan pada Juni 2024 meningkat sebesar 44% (yoy) menjadi Rp 21,5 triliun, terdiri dari pinjaman bank (dalam negeri dan luar negeri) dan obligasi & sukuk masing-masing berkontribusi 64:36. Hasilnya, gearing ratio dijaga di posisi 2,2 kali pada Juni 2024. 

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #adira-finance #laba-adira-finance #admf #laporan-keuangan-admf #saham-admf #beban-bunga-multifinance #emiten-multifinance #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/368890/laba-adira-finance-admf-tertahan-beban-bunga-dan-provisi-begini-kondisinya