Saham Gudang Garam (GGRM) Pernah Rp 90.000-an, Kini Jatuh ke Level Terendah
Saham Gudang Garam (GGRM) terus jatuh hingga ke level terendah dalam 10 tahun terakhir. - Halaman all
(InvestorID) 02/08/24 07:35 12979101
JAKARTA, investor.id - Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) ditutup melemah 2,22% ke Rp 15.400 pada perdagangan 1 Agustus 2024 kemarin.
Saham GGRM mayoritas memerah dalam satu bulan terakhir dan anjlok 12%. Dalam periode year to date (ytd) GGRM ambles 25,96%.
Level Rp 15.400 pun menjadi level terendah saham Gudang Garam dalam 10 tahun terakhir. Padahal dulu saham ini pernah menembus level Rp 90.000 dan sempat menyentuh Rp 100.000 dalam perdagangan intraday pada 4 Maret 2019.
Rasio price to book value (PBV) pun makin turun ke 0,48 kali seiring dengan melemahnya harga saham Gudang Garam.
Saham Gudang Garam jatuh seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang juga melemah sepanjang semester I-2024.
Kinerja Keuangan
Gudang Garam (GGRM) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitis induk Rp 925,51 miliar sepanjang semester I-2024.
Angkanya anjlok 71,85% dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun 2023 lalu.
Laba per saham juga turun menjadi Rp 481 per 30 Juni 2024. Dari Rp 1.709 per periode akhir Juni 2023.
Penurunan laba Gudang Garam (GGRM) dipicu melemahnya pendapatan menjadi Rp 50,01 triliun di paruh pertama tahun ini.
Pada semester pertama tahun lalu, Gudang Garam yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini mencatatkan pendapatan Rp 55,85 triliun.
Biaya pokok pendapatan juga sebenarnya berkurang jadi Rp 44,95 triliun. Dari sebelumnya Rp 47,91 triliun di enam bulan pertama tahun 2023 lalu.
Tapi tak mampu menahan laba bruto yang harus turun ke posisi Rp 5,06 triliun di Januari-Juni 2024. Raihan laba bruto semester I-2023 sebesar Rp 7,93 triliun.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #gudang-garam #ggrm #saham-gudang-garam #berita-ekonomi-terkini