Paduan Gaya Kontemporer dan Klasik yang Elegan

Paduan Gaya Kontemporer dan Klasik yang Elegan

Paduan gaya kontemporer dan klasik ditawarkan tiga desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Karya mereka diperagakan di JF3 Fashion Festival 2024 di Summarecon Kelapa Gading,

(InvestorID) 02/08/24 12:32 12995180

JAKARTA, investor.id – Paduan gaya kontemporer dan klasik ditawarkan tiga desainer dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Karya mereka diperagakan di JF3 Fashion Festival 2024 di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, pekan ini.

“Selamat kepada JF3 yg telah melalui proses, dari 20 tahun lalu perkembangannya bagus sekali. Kali inim APPMI mempresentasikan koleksi dengan tema kolektif Fashion Fusion in Elegance: Bridging Generations. Koleksi ini merayakan sinergi antara inovasi anak muda dan keahlian berpengalaman, menghadirkan perpaduan gaya kontemporer dan klasik,” kata Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono.

Pada peragaan ini, Poppy Dharsono menggabungkan koleksi ciamik antara batik dengan blue denim. Koleksi diperkaya dengan teknik jacquard dan sentuhan personal ala Poppy Dharsono. Koleksi ini terinspirasi oleh bisnis jeans yang digeluti Poppy selama 30 tahun lalu.

“Bicara denim, 40 tahun lalu saya dirikan pabrik jeans dan mengekspor 100%. Sebelumnya, saya kenal dengan keluarga Benyamin di Singapura sebagai agen Amco dari Australia. Saya tanya, kenapa gak bikin sendiri? Akhirnya beliau terinspirasi bikin jeans merek Rafel, lalu Tira. Saya termasuk salah satu yang berikan inspirasi untuk dunia jeans. Lalu saya diajak bikin perusahaan garmen PT Rana Sankara. Selama 30 tahun kami ekspor 100 persen dan 10 tahun lalu perusahaan ini dijual,” cerita Poppy.

“Kini me-refresh dunia jeans dan saya harap kita terus tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri, dari hulu ke hilir,” tandas Poppy.

Koleksi yang tak kalah segar dari Poppy adalah karya Harry Hasibuan. Desainer di balik merek Haze Be Wear ini telah berkarya selama lebih dari 12 tahun.  

“Koleksi bertema Where Classic Meets Chic terinspirasi dari kesederhanaan dan quiet luxury. Koleksi ini menggunakan material linen dan ditujukan untuk mereka yang menginginkan gaya minimalis namun tetap elegan,” kata Harry, yang menjabat sebagai pengurus APPMI Sumatera Utara.

Selain busana kasual, APPMI di JF3 Fashion Festival juga menghadirkan paduan kain dan kebaya. Riki Damanik yang mengkhususkan diri dalam pembuatan made-to-order, berfokus pada upaya pelestarian dan promosi warisan budaya Sumatera Utara. “Saya memanfaatkan kain tradisional seperti ulos dan songket untuk koleksi rancangan busana kontemporer yang menggabungkan sentuhan bordir, patch, hiasan manik-manik, dan manipulasi kain,” kata Riki.

Riki menampilkan koleksi yang terinspirasi oleh busana klasik seperti kebaya, beskap, dan korset, dengan penggunaan wastra Sumatera Utara, organza, lace, dan sutera satin. Koleksinya menyajikan interpretasi modern dan segar atas siluet tradisional dalam tema "Kreasi Wastra dengan Mood Muda dan Fresh".

Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) didirikan oleh  Poppy Dharsono,  Hari Dharsono, dan Pia Alisjahbana pada 1993. APPMI sangat konsisten dalam mempresentasikan karya mereka di JF3. Selama 11 tahun, para desainer APPMI telah menghiasi panggung parade show JF3 pada tahun 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019, 2022, dan 2023.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #jf3-fashion-festival-2024 #appmi #poppy-dharsono #harry-hasibuan #riki-damanik #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/lifestyle/368941/paduan-gaya-kontemporer-dan-klasik-yang-elegan