Apakah Bayi Baru Lahir Selalu Punya Kulit Sensitif?
Jika orangtua atau kakek dan nenek bayi tidak memiliki alergi, maka kulit bayi belum tentu sensitif.
(Kompas.com) 02/08/24 15:06 13009023
JAKARTA, KOMPAS.com - Perbedaan lapisan epidermis pada kulit bayi baru lahir(newborn) membuatnya lebih tipis daripada orang dewasa.
Inilah mengapa kulit bayi baru lahir cenderung lebih sensitif dan perlu dirawat secara ekstra guna mencegah iritasi.
Akan tetapi, apakah kulit bayi baru lahir akan selalu sensitif?
Apakah bayi baru lahir selalu punya kulit sensitif?
Ternyata, tidak semua bayi baru lahir memiliki kondisi kulit sensitif karena beberapa hal.
"Kalau bapak dan ibunya tidak ada alergi, bisa (normal seiring bertambahnya usia)," tutur Dokter Spesialis Anak di RS Brawijaya Antasari Jakarta dr. Attila Dewanti Poerboyo Sp.A (K) di Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Jika orangtua atau kakek dan neneknya tidak memiliki alergi, artinya tidak ada turunan alergi ke bayi.
Dengan kata lain, kulitnya cenderung normal dan sensitivitasnya bakal berkurang.
"Kalau normal, kondisi dari sensitif kulitnya lama-lama (lapisan epidermis) jadi tebal," ujar Attila.
Meski kondisi kulitnya semakin membaik seiring berjalannya waktu, bayi tetap harus menggunakan produk perawatan kulit.
Sama seperti kulit orang dewasa, kulit bayi juga bisa kasar jika tidak diberikan produk tambahan seperti pelembap atau body lotion.
Namun, Attila lebih merekomendasikan produk pelembap, dan harus sesuai rentang usianya.
"Sebaiknya diimbangi dengan produk skincare karena kulit tidak punya pertahanan, makanya ditambahkan produk pelembap supaya tidak kering," pungkas dia.
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an