Rupiah Membaik, KSSK Ungkap Pemicunya

Rupiah Membaik, KSSK Ungkap Pemicunya

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan nilai tukar rupiah menguat 0,52% month to date, ini pemicunya... - Halaman all

(InvestorID) 02/08/24 17:12 13020381

JAKARTA, investor.id – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan nilai tukar rupiah menguat 0,52% month to date per tanggal 26 Juli 2024 dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2024. Kinerja nilai tukar rupiah membaik karena disokong oleh komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta berlanjutnya aliran masuk modal asing dan surplus neraca perdagangan barang.

“Nilai tukar rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter yang ditempuh BI dalam memitigasi dampak rambatan global,” kata Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK III Tahun 2024 di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Bila dibandingkan dengan periode akhir Desember 2023, nilai tukar rupiah melemah 5,48% year to date (ytd) sejalan dengan kondisi global, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara-negara kawasan, seperti won Korea (6,93% ytd) dan yen Jepang (8,27% ytd).

Adapun posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2024 meningkat menjadi sebesar US$ 140,2 miliar, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Dia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat sejalan dengan menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta komitmen BI untuk terus menstabilkan nilai tukar rupiah yang kemudian mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing.

BI terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperkuat strategi operasi moneter pro market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

"BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,” terang Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, diperkirakan bakal menurunkan suku bunga acuan lebih cepat. Dolar Amerika Serikat juga diperkirakan tidak sekuat sebelumnya. Hal itu mempengaruhi kinerja mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Dolarnya meskipun masih strong, tetapi kemungkinan juga tidak akan se-strong yang sebelumnya. Hal itu akan berpengaruh bagi BI untuk kebijakan moneter, fokusnya memitigasi risiko dari global, khususnya menstabilkan nilai tukar rupiah,” pungkas Perry.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #nilai-tukar-rupiah #rupiah #kssk #komite-stabilitas-sistem-keuangan #cadangan-devisa #bank-indonesia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/368966/rupiah-membaik-kssk-ungkap-pemicunya