Pitjarus Teknologi Rilis Solusi AI untuk Atasi Masalah Distribusi Barang
Perusahaan teknologi dalam negeri Pitjarus Teknologi merilis produk terbaru bernama Edge Computing AI. Halaman all
(Kompas.com) 02/08/24 22:10 13044722
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi dalam negeri Pitjarus Teknologi merilis produk terbaru bernama Edge Computing AI.
Produk ini mampu mendukung proses distribusi produk di wilayah kepulauan seperti Indonesia, di mana distribusi antar wilayah masih menjadi tantangan.
CEO Pitjarus Teknologi Mohamad Fachri menyatakan, teknologi kecerdasan buatan alias artificialintelligence (AI) ini sebelumnya hanya diperuntukkan bagi klien prioritas selama dua tahun terakhir, sebelum alhirnua dirilis untuk publik.
SHUTTERSTOCK/SOMYUZU Ilustrasi artificial intelligence"AI ini memungkinkan klien prioritas kami untuk mencapai Perfect Distribution Execution meski tanpa koneksi internet dan tetap mendapatkan hasil AI yang akurat, instan, dan dapat segera mengeksekusi perintah, " kaga Fachri dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2024).
Edge Computing adalah paradigna komputasi dan pemrosesan data yang lebih dekat ke sumber data daripada mengandalkan data terpusat. Manfaat utamanya adalah hasil dan respons yang cepat, real time, dan dengan latensi rendah.
Fachri menyatakan, pihaknya menyadari kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, yang membuat proses pendistribusian barang sering kali sulit lantaran memakan biaya besar untuk transportasi dan sumber daya manusia (SDM).
Pitjarus, imbuh dia, kemudian mengadopsi tren global dengan menerapkan AI untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, khususnya dalam distribusi produk fast moving consumer goods alias FMCG. Industri FMCG telah dilayani Pitjarus sejak 12 tahun silam.
"Ke depannya, Pitjarus berharsp seluruh industri, baik yang kecil, menengah, maupun besar dapat memanfaatkan kemudahan yang didapat dari Edge Computing AI dan juga teknologi AI lainnya, mengingat pemerintah sudah mulai mempersiapkan infrastruktur jaringan dalam menghadapi transformasi digital Indonesia Emas 2045," ucap Fachri.