Petinju Italia Ingin Minta Maaf ke Imane Khelif Usai Kontroversi di Paris

Petinju Italia Ingin Minta Maaf ke Imane Khelif Usai Kontroversi di Paris

Petinju Italia, Angelia Carini, ingin meminta maaf kepada Imane Khelif (Aljazair) atas kontroversi yang terjadi usai duel tinju di Olimpiade Paris. Halaman all

(Kompas.com) 03/08/24 09:37 13106297

KOMPAS.com - Petinju Italia, Angelia Carini, ingin meminta maaf kepada Imane Khelif (Aljazair) atas kontroversi yang terjadi pasca-pertandingan tinju Olimpiade Paris 2024.

Kedua petinju berduel di babak 16 besar Women\'s 66kg di North Paris Arena, Kamis (1/8/2024). Carini memutuskan mundur setelah mendapat pukulan keras yang membuat Khelif dinyatakan menang hanya dalam waktu 46 detik.

Carini menangis usai kekalahannya dan situasi mulai memanas setelah banyak pihak termasuk nama-nama besar penulis buku JK Rowling ikut menekan Khelif.

"Semua kontroversi ini membuat saya sedih. Saya turut prihatin dengan lawan saya," kata Carini kepada Gazzetta dello Sport, dikutip dari BBC.

"Jika IOC mengatakan bahwa ia boleh bertanding, saya menghormati keputusan itu," ungkap Carini melanjutkan.

Petinju berusia 25 tahun juga menyesal tidak menjabat tangan Khelif setelah pertandingan berakhir.

"Itu bukanlah sesuatu yang ingin saya lakukan. Sebenarnya, saya ingin meminta maaf kepadanya dan semua orang," katanya.

"Saya marah karena Olimpiade saya telah hancur berantakan," ujar Carini yang ingin memeluk Khelif jika bertemu dengan sang lawan.

Khelif adalah salah satu dari dua atlet yang diizinkan bertanding di Olimpiade Paris 2024 meski pernah didiskualifikasi dari final Kejuaraan Dunia Tinju Wanita 2023 di India.

Asosiasi Tinju Dunia (IBA), induk olahraga yang tak diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2023, menyebut Khelif gagal tes kelayakan gender.

IBA mengatakan bahwa Khelif "gagal memenuhi kriteria kelayakan untuk berpartisipasi dalam kompetisi wanita, seperti yang ditetapkan dan dijabarkan dalam peraturan IBA".

Isu yang beredar di media sosial pun menyebut Khelif sebagai transgender karena terlahir sebagai pria yang memiliki kromosom XY.

Namun, Paris Boxing Unit (PBU) yang dibentuk IOC untuk menjalankan kompetisi tinju di Paris menekankan bahwa Khelif memenuhi syarat bertanding sesuai dengan regulasi Olimpiade sebelumnya.

Juru bicara IOC, Mark Adams, juga menekankan bahwa Khelif terlahir sebagai perempuan dan sejak awal bertanding di kategori wanita.

"Petinju Aljazair ini lahir sebagai perempuan, terdaftar sebagai perempuan, menjalani kehidupannya sebagai perempuan, bertinju sebagai perempuan, dan memiliki paspor perempuan," kata Mark Adams.

#olimpiade #olimpiade-paris-2024 #tinju-olimpiade-paris-2024 #imane-khelif #angela-carini

https://www.kompas.com/sports/read/2024/08/03/09373078/petinju-italia-ingin-minta-maaf-ke-imane-khelif-usai-kontroversi-di-paris