Fathur Gustafian Incar Olimpiade 2028, Yakin Bisa Lebih Baik Usai Terhenti di Kualifikasi
Fathur Gustafian memetik pelajaran berharga usai tersingkir di babak kualifikasi Olimpiade Paris 2024. Ia enggan menyerah dan incar Olimpiade 2028. Halaman all
(Kompas.com) 03/08/24 23:12 13170122
KOMPAS.com - Atlet menembak Indonesia, Fathur Gustafian, tidak ingin menyerah usai perjuangan dirinya berhenti di babak kualifikasi dalam Olimpiade Paris 2024.
Fathur bertekad untuk mencoba kembali dan berpartisipasi pada edisi Olimpiade selanjutnya di Los Angeles 2028.
Atlet berusia 25 tahun ini turun di dua nomor Olimpiade Paris, yakni 10m Air Rifle dan 50m Rifle 3 Positions.
Dalam nomor 10m, Fathur berhasil menempati posisi ke-15 dari 49 atlet yang berpartisipasi dan terhenti di babak kualifikasi.
Ia menorehkan skor 628,7 dari enam percobaan. Hanya delapan atlet teratas yang lolos ke babak final.
Sementara itu, di nomor 50m, Fathur hanya menempati posisi ke-43 dari 44 atlet.
Fathur mencetak total skor 579 dari tiga posisi, yakni berlutut, prone, dan berdiri dan harus terhenti di kualifikasi.
"Di Paris itu semua atlet seluruh dunia yang terbaik berkumpul untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Atmosfernya sangat luar biasa, banyak pengalaman dari sana," kata Fathur kepada awak media di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (3/8/2024).
"Karena ini Olympic pertama, jadi sebenarnya semua orang punya kans. Termasuk kita atlet Indonesia juga punya kans untuk masuk final untuk juara, tetapi memang belum rezekinya, kita bakal coba lagi di Los Angeles 28," ujar Fathur menambahkan.
KOMPAS.com/Leonardo Juan Kiri ke kanan, Ebrahim Inanlou dan atlet menembak Indonesia Fathur Gustafian tiba di Tanah Air setelah berjuang di Olimpiade Paris 2024, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (3/8/2024).Pengalaman yang ia dapat dalam Olimpiade kali ini menjadi salah satu bentuk persiapan untuk menuju SEA Games 2025 dan Asian Games 2026.
"Jadi bisa improve kemampuan saya buat ke depannya, Insyaallah bisa lebih baik lagi," ungkap Fathur.
"Jadi untuk menembak sendiri, setelah Olimpiade ini kita persiapan untuk SEA Games, terus ada Asian Games juga 2026, nanti 2027 SEA Games lagi, terus kita persiapan untuk Olympic 2028," ungkap atlet kelahiran Bogor.
Sementara, pelatih menembak Fathur, Ebrahim Inanlou, mengungkapkan Olimpiade Paris menjadi pelajaran berharga bagi atlet peraih medali emas di SEA Games 2021.
"Ini pengalaman sangat bagus dan sekarang dia tahu, ia harus berada di kompetisi yang sulit," ujar Inanlou.
"Saya harap di masa depan, karena ia tahu menembak secara pelan-pelan progresnya. Sekarang saya harap dan yakin, Fathur bisa menembak sangat bagus di masa depan," jelas Inanlou.