BRI Borong 4 Kategori Penghargaan di Malam Apresiasi Emiten 2024
Keempat kategori ini merepresentasikan kinerja pertumbuhan laba, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) dan yield dividen dalam lima tahun terakhir.
(Bisnis Tempo) 04/08/24 13:24 13263966
INFO BISNIS -PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atauBRIkembalimendapatkana
Keempat kategori ini merepresentasikan kinerja pertumbuhan laba, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap)danyield dividendalamlimatahun terakhir.BRI dinilai mampumempertahankan posisinya sebagai konstituen Indeks Tempo-IDNFinancials 52 dalam setahun terakhir.Adapun terdapat84 emitenyang termasuk ke dalamIndeks Tempo-IDN Financial atau Indeks52.Pemilihan konstituennya sendiridilakukan oleh komite dari perwakilan Tempo dan IDN Financials.
Terkait dengan capaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut didedikasikan untuk seluruh Insan BRILian atau pekerja BRI. Pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Insan BRILian karena telah memberikan kontribusi optimal kepada perusahaan.
"Penghargaan ini dicapai atas kontribusi dan kerja keras Insan BRILiansehingga kinerja BRI tetap mampu tumbuh berkelanjutan," ujarnya. Ia melanjutkan, BRI sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia terus berinovasi dan menjalankan transformasi secara berkelanjutan.
Adapunmarket capBRI tercatatRp709,30triliun padaakhir Juli2024, tertinggi di antara bank BUMN lainnya. Laba tumbuh 11,8% dalam lima tahun terakhirdanrata-rataimbal dividen (average dividend yield)sebesar4,60% dalam lima tahun ini.
Dari sisi kinerja,secara konsolidasianBRIberhasil mencetak laba Rp29,90 triliunpada Triwulan II2024.Sunarso mengungkapkan bahwa kinerja positif BRI Group tersebut tak terlepas dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuhdouble digit. “Hingga akhir Triwulan II 2024, penyaluran kredit BRI tercatat Rp1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20%year on year(yoy). Segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96% dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp1.095,64 triliun,”ujarnya.
Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penyaluran kredit yang selektif danprudentsehingga Perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan. RasioLoan at Risk(LAR) tercatat membaik atau turun, dari semula 14,94% pada akhir Triwulan II 2023 menjadi 12,00% pada akhir Triwulan II 2024. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 3,05% dengan rasio NPLcoverageberada pada level yang memadai sebesar 211,60%.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61% yoy menjadi sebesar Rp1.389,66 triliun. Dana Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh 7,66% yoy menjadi Rp877,90 triliun.(*)