Saham BCA (BBCA) Paling Diburu Asing, ke Depan Masih Menarik?

Saham BCA (BBCA) Paling Diburu Asing, ke Depan Masih Menarik?

Investor asing memborong saham BCA (BBCA) sebesar Rp 2,5 triliun dalam 20 hari perdagangan. Bagaimana saham BBCA ke depannya, masih menarik? - Halaman all

(InvestorID) 04/08/24 17:52 13270778

JAKARTA, investor.id – Investor asing memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA sebesar Rp 2,5 triliun di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam 20 hari perdagangan terakhir. Ini menunjukkan saham BBCA paling diburu asing di antara semua saham yang tercatat di BEI.

Harga saham BBCA telah menguat 2,5% dalam sebulan ke level Rp 10.200. Sedangkan secara year to date (ytd), BBCA naik 8,5% dan setahun meningkat 11,4%. Lantas, apakah saham BBCA masih menarik?

Secara kinerja, BCA melanjutkan kinerja yang terbilang solid pada semester I-2024, terlepas mengalami tantangan likuiditas di era suku bunga tinggi. BCA mencetak laba bersih Rp 26,9 triliun pada semester I-2024, naik 11,1% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 24,2 triliun atau tumbuh 8,7% qoq dibandingkan kuartal I-2024 sebesar Rp 12,9 triliun.

BCA juga mencatatkan kenaikan netinterestincome (NII) sebesar 7,9% yoy menjadi Rp 39,9 triliun sepanjang semester I-2024. Begitu juga secara kuartalan (qoq naik 1,9%). Pendapatan non bunga (noninterestincome) juga menunjukkan pertumbuhan 12,1% yoy menjadi Rp 12,4 triliun pada semester I-2024.

Net interest margin (NIM) emiten berkode saham BBCA itu pun naik 10 bps yoy menjadi 5,7%. Seecara kuartalan, NIM terkerek 20 bps atau selaras dengan kenaikan rasio loan todepositratio (LDR).

“Terlepas dari tantangan likuiditas yang sedang berlangsung, BBCA tetap mampu mencetak kinerja impresif dengan pertumbuhan kredit yang melampaui guidance tahun ini. Pertumbuhan kredit mencapai 15,5% yoy atau 1,7% qoq,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi dalam risetnya.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Sementara itu, dari sudut lain sisi kredit, terutama kualitas kesehatan aset, nonpeformingloan (NPL) BBCA meningkat 30 bps yoy menjadi 2,2% pada semester I-2024 dan menekan level NPL coverage ke level 190,2% dibandingkan kuartal I-2024 yang mencapai 220,3%. Kenaikan NPL ini dipicu oleh penurunan kualitas aset sektor konsumer, SME, dan commercialbanking.

Walaupun NPL sedikit kontraksi, loan atrisk (LAR) BBCA melanjutkan tren turun ke level 6,4% pada semester I-2024, sedangkan guidance tahun ini sebesar 6%. Adapun cost ofcredit (CoC) secara kuartalan turun 20 bps menjadi 0,3% atau masih sesuai dengan guidance manajemen tahun ini (30-40 bps).

Adapun rasio dana murah (currentaccountsavingaccount/CASA) perseroan naik 5,8% yoy atau 1,2% qoq menjadi Rp 915 triliun di tengah tantangan ketatnya likuiditas. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5% yoy atau 0,4% qoq menjadi Rp 1.125 triliun.

“Sebagai bank dengan rasio CASA terbaik di Indonesia, BBCA bisa memanfaatkan momentum limpahan CASA tersebut sembari menjaga NIM yang stabil di tengah ketatnya likuiditas,” jelas Leonardo.

Dengan berbagai faktor yang ada, NH Korindo Sekuritas merekomendasikan overweight untuk saham BBCA. Target harga saham BBCA dinaikkan menjadi Rp 11.500. Target harga tersebut mencerminkan rasio P/BV 2024 sebesar 5,1 kali.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bbca #bca #saham-bbca #laba-bca #kredit-bca #rekomendasi-saham #nh-korindo-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/369098/saham-bca-bbca-paling-diburu-asing-ke-depan-masih-menarik