Ada Sentimen Krusial Bayangi IHSG, Fokus Saja ke PTBA hingga ADMR
Sejumlah sentimen krusial akan membayangi pergerakan IHSG sepekan ke depan. Fokus saja ke saham PTBA hingga ADMR. - Halaman all
(InvestorID) 04/08/24 20:00 13276713
JAKARTA, investor.id – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan bakal dipengaruhi beragam sentimen, mulai dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2024 hingga eskalasi tensi konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, secara teknikal, IHSG dalam sepekan ke depan rawan terkoreksi, dengan kisaran pergerakan di level 7.208-7.356. Area tersebut merupakan area minor rectangle dan menjadi area resistance dan support kuat terdekat.
“Area tersebut juga bisa menjadi patokan arah IHSG ke depannya. Jika area resistance yang berada di level 7.356 berhasil breakout, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke area resistance berikutnya di level 7.450,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (4/8/2024).
Namun, apabila break di bawah level 7.208, IHSG bisa melanjutkan ke area support terdekat berikutnya di 7.100. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (2/8), IHSG turun 17,86 poin (0,24%) ke level 7.308,1. Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 0,27%.
Sedangkan beberapa indeks utama di bursa Asia kompak melemah. Nikkei (Jepang) anjlok 4,67% selama sepekan, Hang Seng (Hong Kong) tergerus 0,45%, dan Straits Times (Singapura) ambles 1,3%. Shanghai (China) berhasil naik tipis 0,5% dalam sepekan terakhir.
Pelemahan pasar saham Asia tersebut terimbas penurunan yang signifikan di bursa saham Amerika Serikat (AS). Nasdaq selama sepekan terakhir rontok 3,35% dan Dow Jones terjungkal 2,1%. Hal itu seiring sentimen The Fed yang masih belum memangkas suku bunga acuan.
Pantau PTBA hingga ADMR
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyebutkan, indeks-indeks Wall Street melemah karena juga merespons data tenaga kerja AS. Non Farm Payrolls turun ke 114 ribu pada Juli 2024 dari 179 ribu pada Juni 2024. Bersamaan dengan penurunan penyerapan tenaga kerja tersebut, Unemployment Rate melonjak ke 4,3% pada Juli 2024 dari 4,1% pada Juni 2024.
“Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemangkasan suku bunga The Fed yang diperkirakan pada September 2024 sudah terlambat untuk mencegah resesi ekonomi AS pada semester II-2024,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya.
Selain kondisi ekonomi AS, pasar juga mencermati perkembangan isu geopolitik, seiring peningkatan tensi konflik antara Israel dan Iran. Harga komoditas energi, khususnya minyak, diperkirakan cenderung menguat dalam sepekan ke depan.
Dari dalam negeri, pasar mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 yang akan dirilis pada awal pekan. “Pasar masih cukup optimis terhadap peluang pertumbuhan di atas 5% yoy pada periode tersebut,” sebut Phintraco Sekuritas.
Perusahaan sekuritas itu memperkirakan, level resistance IHSG pada awal pekan di 7.380, pivot 7.350, dan support 7.300. Pemodal dapat fokus ke beberapa saham, yaitu PTBA, HRUM, MAPI, BBTN, EXCL, dan ADMR.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #indeks-harga-saham-gabungan #ptba #admr #prediksi-ihsg #pertumbuhan-ekonomi-2024 #tensi-geopolitik-timur-tengah #kb-valbury-sekuritas #phintraco-sekuritas #berit
https://investor.id/market/369110/ada-sentimen-krusial-bayangi-ihsg-fokus-saja-ke-ptba-hingga-admr