Kapankah Iran akan Serang Israel Balas Kematian Haniyeh? Ini Prediksi Media Barat

Kapankah Iran akan Serang Israel Balas Kematian Haniyeh? Ini Prediksi Media Barat

Iran berjanji akan lakukan serangan membalas kematian Ismail Haniyeh

(Republika) 04/08/24 22:03 13285044

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Para pemimpin Hizbullah Iran dan Lebanon telah bersumpah untuk membalas dendam terhadap Israel menyusul pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran dan pembunuhan komandan Hizbullah Fouad Shukr dalam sebuah serangan di pinggiran selatan Beirut.

Lantas kapankah serangan balasan itu akan terjadi? Sejumlah prediksi pun muncul. Mengutip Axios, Sumber-sumber Amerika Serikat dan Israel memperkirakan Iran akan melakukan serangan terhadap Israel mulai Senin (4/8/2024) besok, bertepatan dengan kunjungan komandan militer Amerika Serikat ke wilayah tersebut untuk menggalang koalisi pertahanan Israel, demikian menurut Axios.

Axios melaporkan bahwa tiga pejabat Amerika Serikat dan Israel mengatakan bahwa mereka memperkirakan Iran akan segera menyerang Israel, mungkin paling cepat besok, Senin.

Dia mencatat bahwa pemerintah Amerika Serikat memperkirakan respons Iran akan serupa dengan serangan yang dilakukan oleh Teheran yang menargetkan Israel dengan rudal dan pawai pada tanggal 13 April, tetapi mungkin akan lebih besar cakupannya dan dapat mencakup operasi dari Hizbullah di Lebanon.

Para pejabat Amerika Serikat dan Israel tidak mengetahui apakah Iran dan Hizbullah akan meluncurkan serangan terkoordinasi atau beroperasi secara terpisah, kata situs web tersebut.

Mereka menambahkan bahwa mereka yakin Iran dan Hizbullah masih bekerja untuk menyelesaikan rencana militer mereka dan menyetujuinya di tingkat politik.

Di New York, juru bicara Perwakilan Tetap Iran untuk PBB memperkirakan bahwa Hizbullah akan mengubah "batas-batas serangannya" terhadap Israel.

Hizbullah sejauh ini mematuhi batas-batas tertentu dalam operasi militernya dan memprioritaskan situs-situs militer, tetapi mungkin akan memilih target yang lebih luas dan lebih dalam, dan serangannya mungkin tidak terbatas pada target dan sarana militer saja, kata juru bicara itu kepada CBS.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin sebelumnya telah mengumumkan pergerakan kapal induk Abraham Lincoln ke Mediterania timur dan pengerahan skuadron jet tempur F-22, bergabung dengan USS Roosevelt di Samudera Hindia dekat Laut Arab dan sejumlah kapal perusak yang dikerahkan di lepas pantai Israel.

Axios mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pengumuman Washington untuk meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut dengan harapan bahwa hal itu akan membantu menghalangi Iran dan Hizbullah dan mempengaruhi rencana militer mereka.

Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, Jenderal Michael Corella, kepala pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah, telah memulai kunjungan ke beberapa negara Teluk selain Yordania dan Israel.

Axios melaporkan bahwa kunjungan Corella telah diprogram sebelum perkembangan terakhir, tetapi ia akan mencoba untuk menggunakannya untuk memobilisasi koalisi internasional dan regional yang sama yang membela Israel terhadap serangan Iran pada 13 April lalu.

Situs web tersebut mencatat bahwa Yordania akan menjadi perhentian utama dalam perjalanan Corella, mengingat peran yang dimainkan Amman selama serangan 13 April dengan mencegat pesawat tak berawak Iran yang memasuki wilayahnya menuju Israel dan mengizinkan pesawat Amerika Serikat dan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk menghadang serangan Iran. Menurut Axios, Washington berharap sikap yang sama dari Yordania akan terulang jika Israel diserang lagi

Sementara itu, Qatar menyelenggarakan upacara pemakaman pada Jumat (2/8/2024) untuk pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Pemimpin Hamas, sebelumnya dibunuh dengan serangan udara yang dituduhkan kepada Israel, dengan demikian Israel telah memperdalam kekhawatiran akan eskalasi regional.

Haniyeh kepala politik kelompok bersenjata Palestina, telah tinggal di Doha bersama dengan anggota kantor politik Hamas lainnya.

Haniyeh akan dimakamkan di sebuah pemakaman di Lusail, sebelah utara ibu kota Qatar, setelah sholat jenazah di Masjid Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, masjid terbesar di emirat yang kaya gas tersebut.

Dikutip dari laman The Sun, Jumat (2/8/2024), Hamas mengatakan para pemimpin Arab dan Islam serta perwakilan dari faksi Palestina lainnya dan anggota masyarakat akan menghadiri acara tersebut.

Upacara pemakaman umum untuk Haniyeh diadakan di Teheran pada Kamis dengan banyak pelayat yang memberikan penghormatan terakhir.

Baca juga: NU Tegal Respons Buku Sejarah Sebut Kakek Habib Luthfi Pekalongan Pendiri NU

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memimpin doa untuk Haniyeh setelah sebelumnya mengancam hukuman keras atas pembunuhannya.

Turki dan Pakistan mengumumkan hari berkabung pada Jumat untuk menghormati Haniyeh, sementara Hamas telah menyerukan "hari kemarahan yang membara" bertepatan dengan pemakaman.

Kelompok Palestina itu mendorong "pawai kemarahan yang menggelegar dari setiap masjid" setelah sholat Jumat untuk memprotes pembunuhan Haniyeh serta perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

#ismail-haniyeh-syuhada #ismail-haniyeh-gugur #pemimpin-hamas-ismail-haniyeh #ismail-haniyeh-dibunuh-di-iran #ismail-haniyeh-jadi-martir #ismail-haniyeh #iran-serang-israel #kapan-iran-balas-serang-isr

https://news.republika.co.id/berita/shp8ho320/kapankah-iran-akan-serang-israel-balas-kematian-haniyeh-ini-prediksi-media-barat