September, PNM Bakal Rilis Obligasi Rp 2 Triliun
PNM berencana menerbitkan surat utang di kuartal III ini untuk mendukung ekspansi bisnisnya. - Halaman all
(InvestorID) 05/08/24 15:01 13384869
BOJONEGORO, investor.id – PT Permodalan Nasional Madani atau PNM terus mendorong penyaluran pembiayaan kepada ultramikro guna menggerakkan roda perekonomian. Untuk mendukung ekspansi tersebut, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ini berencana akan menerbitkan obligasi.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menjelaskan, hingga semester I-2024, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 34 triliun. PNM mencatat sebanyak 15,2 juta nasabah ultramikro tergabung sebagai nasabah PNM Mekaar. Dia mengharapkan penyaluran pembiayaan ultramikro terus meningkat pada paruh kedua tahun ini.
Di sisi likuiditas, perseroan mengaku bahwa sejauh ini terdapat beberapa sumber dana yang diperoleh, mulai dari penerbitan surat berharga, medium term notes (MTN), serta dukungan pendanaan dari perbankan.
“Untuk obligasi di September nanti, kami juga baru terbitkan sukuk (obligasi syariah), di September obligasi konvensional. Kami lihat pasar, tapi kisaran Rp 2 triliun,” ujar Arief kepada Investor Daily ditemui usai kick off program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Bojonegoro, Sabtu (3/8/2024).
Target dan Realisasi
Arief mengungkapkan, tahun ini perseroan memasang target penyaluran pembiayaan ultramikro sebesar Rp 72 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 70 triliun.
Pihaknya menyebut bahwa kebijakan restrukturisasi terdampak Covid-19 yang sudah berakhir juga memberikan dampak kepada ultramikro, namun di PNM mencarikan cara lain agar pelaku usaha ini tetap bisa berusaha. Meski restrukturisasi sudah berakhir, namun PNM menegaskan bahwa kualitas pembiayaan masih terjaga dengan baik.
“Kami harus mencarikan sesuatu yang baik buat mereka, ini beda dari pelaku usaha yang memang sudah punya jiwa entrepreneurship, sedangkan yang kami layani itu subsistemnya, usaha supaya bisa survive. Penghentian restru banyak dampak ke kami, tapi harus ada treat lain agar mereka tetap bisa berusaha,” urai Arief.
Adapun, pada paruh pertama tahun ini PNM berhasil mencetak laba bersih Rp 831 miliar, tumbuh 10,2% secara tahunan (year on year/yoy). Didukung dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 13,3% (yoy) menjadi Rp 6,3 triliun.
Kemudian, net interest margin (NIM) naik menjadi 25,15% dari 24,24%. Biaya dana (cost of fund) mengalami perbaikan ke level 6,45% atau turun 0,48%. PNM juga mencatatkan total aset tumbuh 9,8% (yoy) menjadi Rp 55,68 triliun pada semester I-2024.
Editor: Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pnm #obligasi #ultramikro #bri-group #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/finance/369183/september-pnm-bakal-rilis-obligasi-rp-2-triliun